Menumbuhkan Rasa Cinta Suami Istri A La Wedding Agreement

by - February 19, 2020

Assalamu'alaikum.

Bulan Februari gak lengkap deh kalau gak bahas masalah cinta. Okay, sebenarnya aku bukanlah orang yang ikut merayakan Hari Valentine. Setiap hari aku orangnya penuh rasa cinta, gak cuma di Hari Valentine atau Bulan Februari doang. Hehehe. Tapi entah kenapa, ngomongin topik percintaan itu pas banget kalau di Bulan Februari. Mumpung Bulan Februari belum selesai, yuk kita ngobrol tentang cinta-cintaan.
Masih ingat Wedding Agreement gak? Itu lho, salah satu film  Indonesia yang diputar di tahun 2019. Film ini merupakan adaptasi dari novel dengan judul yang sama karangan dari Mia Chuz. Jujur, aku belum pernah nonton filmnya. Tapi aku sudah pernah baca novelnya sampai selesai. Dan aku jadi mewek dan ikutan baper dibuatnya.

Sumber gambar: liputan6.com
Wedding Agreement menceritakan tentang Tari dan Bian yang menikah karena perjodohan. Bian sebenarnya tidak setuju dengan perjodohan itu karena dia sudah memiliki kekasih yang amat sangat disayanginya. Tapi karena tidak ingin menyakiti hati ibunya yang sedang sakit, Bian menerima perjodohan itu.

Tanpa diketahui keluarga besarnya, Bian mengajukan kesepakatan pernikahan kepada Tari setelah acara pernikahan selesai. Kesepakatan pernikahan itu berisi tentang pernikahan mereka yang hanya sampai usia satu tahun. Setelah satu tahun, Bian ingin menceraikan Tari. Tari tersadar apabila ternyata suaminya tidak menginginkan pernikahan dengannya. Walaupun begitu dia tetap menyetujui kesepakatan pernikahan itu. 

Kesepakatan pernikahan itu membuat kehidupan pernikahan Tari dan Bian tidak selayaknya kebanyakan orang. Mereka berdua hidup seperti orang asing yang tinggal di atap yang sama. Paling tidak, itulah yang dilakukan Bian. Sedangkan Tari tetap berusaha untuk menjadi istri yang baik untuk Bian walaupun tidak pernah dipedulikan.

Singkat cerita, ternyata usaha Tari tidak sia-sia. Lambat tapi pasti, rasa cintanya kepada Tari sedikit demi sedikit mulai tumbuh di hati Bian. Dan akhirnya Bian membatalkan kesepakatan pernikahannya, melepaskan sang kekasih, memulai kehidupan pernikahan yang sehat dengan Tari seperti halnya kebanyakan orang, dan hidup bahagia selama-lamanya. Hehehe.

Hadooooh, jadi spoiler kan. Tapi gak masalah kan ya, toh filmnya sudah turun dari bioskop dan mungkin sebentar lagi sudah tayang di tv. Dan aku yakin banyak orang yang sudah nonton atau sudah baca novel dari Wedding Agreement, jadi sudah buanyak buanget orang yang sudah tahu cerita ini. πŸ˜‚

Ngomong-ngomong, dari cerita fiksi Wedding Agreement ini, terselip tips cara menumbuhkan rasa cinta antara suami istri lho. Hayuk, disimak bagaimana tipsnya.

1. Melakukan Pekerjaan Domestik Bersama
Apaan tuh pekerjaan domestik? Pekerjaan domestik adalah pekerjaan yang berkaitan dengan rumah tangga. Contohnya adalah belanja di pasar, memasak, cuci piring, cuci baju, setrika, beberes rumah, ngemong anak, mengurus kebun, dan banyak hal lain yang biasa dilakukan oleh para istri dari pagi bangun tidur sampai malam ketika mau tidur lagi. 

Sumber gambar: pexels.com
Tidak jarang para istri bisa menjadi stress dan depresi yang dipicu oleh melakukan semua pekerjaan domestik sendiri. Oleh karena itu, tidak ada salahnya suami turut membantu istrinya melakukan pekerjaan domestik. Kalau mau lebih romantis, pekerjaan domestik itu bisa dilakukan bersama. Sebagai contoh bisa melakukan bebersih rumah bersama, atau istri memasak dan suami yang cuci perkakas masak yang kotor, atau bisa juga berbelanja kebutuhan bulanan bersama. 
Pekerjaan domestik yang dilakukan bersama-sama tentunya akan melatih kerja sama antara suami-istri serta bisa meringankan pekerjaan istri. Selain itu juga bisa membuat suami lebih memahami istri apabila pekerjaan domestik ternyata juga menguras tenaga sehingga suami bisa lebih menghargai usaha yang dilakukan istrinya. Sebaliknya, sang istri juga merasa suami menjadi lebih perhatian padanya. 

Seperti halnya Bian yang menyadari ternyata berbelanja kebutuhan rumah tangga itu cukup melelahkan (padahal belanjanya di supermarket yang full AC) tapi di lain sisi dia mulai terbiasa dan tidak keberatan untuk mengantarkan istrinya berbelanja. Sedangkan Tari tentu saja senang bukan main ketika suaminya mau meluangkan waktu berbelanja berdua dengannya.

2. Kencan Berdua
Ketika pacaran, hal yang ditunggu-tunggu adalah kencan romantis berdua. Tapi entah mengapa ketika sudah menikah dan hidup bersama, kebanyakan pasangan suami-istri mulai meninggalkan kebiasaan menyenangkan ini. Apalagi kalau sudah ada anak, tambah gak pernah lagi deh kencan berdua. Jalan keluar pasti mengajak personel tambahan, yaitu anak. Hehehe, namanya juga sayang anak. πŸ˜‚

Tapi ternyata kencan berdua secara rutin juga baik untuk kesehatan hubungan suami-istri lho. Kencan berdua setelah menikah bisa mengisi wadah romantisme suami-istri yang sedikit demi sedikit berkurang karena rutinitas masing-masing. Dengan melakukan kencan, kita bisa membangun momen-momen menyenangkan bersama pasangan yang berkesan dan indah untuk dikenang. Nah, setelah suami senang dan istri senang, rutinitas yang harus dikerjakan sehari-hari bisa dilakukan dengan hati yang senang serta romantisme suami-istri tetap menggebu seperti halnya masih pacaran dulu.

Sumber gambar: pexels.com
Di Wedding Agreement, menceritakan bahwa kencan bisa dilakukan di mana saja termasuk di rumah. Yang penting bisa menikmati waktu berduaan saja seperti makan dan nonton film berdua di rumah. Walaupun begitu Bian dan Tari juga tetap melakukan kencan dengan cara jalan-jalan di akhir pekan untuk merasakan suasana yang berbeda dari suasana rumah. Kalau aku sih lebih suka nongkrong berdua sama suami di angkringan sambil ngobrolin hal-hal receh yang bisa kami tertawakan bersama. Bahagia itu ternyata sederhana. πŸ˜„

3. Saling Mengenal
Bian menikahi Tari karena terpaksa. Dan di awal pernikahannya, Bian merasa tersiksa karena tidak bahagia bersama Tari. Mungkin itu dikarenakan Bian tidak membuka hatinya untuk Tari dan juga tidak mengenal Tari secara benar. 

Sumber gambar: pexels.com
Namun setelah mulai mengenal Tari dengan baik, Bian mulai menyukainya. Dan ketika rasa suka itu semakin dalam, Bian bahkan tidak ingin melepaskan Tari seperti halnya kesepakatan pernikahan yang pernah dibuatnya dulu.

Kalau kalian bagaimana? Yakin, setelah bertahun-tahun berpacaran kalian sudah mengenal pasangan kalian luar dalam? Sepertinya sih tidak ya. Hehehe. Ketika berpacaran, yang diperlihatkan antara satu sama lain adalah sisi terbaiknya. Toh saat berpacaran tidak bertemu setiap hari, setiap jam, setiap menit, setiap detik, jadi setiap kali bertemu yang nampak adalah performa terbaik dari kekasih. Jadi kenal atau tidaknya pasangan saat masa berpacaran itu bersifat semu. Apalagi dengan pasangan yang sebelumnya belum pernah pacaran tapi langsung menikah, pasti mereka malah sama sekali tidak mengenal pasangannya dengan baik.

Namun ketika sudah menikah situasinya menjadi berbeda. Setiap waktu kita bertemu dengan pasangan. Waktu bersama dengan pasangan pastinya lebih banyak daripada ketika saat kita sedang tidak bersama dengannya. Jadi kita bisa mengetahui hal-hal yang sebelumnya belum kita ketahui. Bisa saja ada hal-hal yang ternyata tidak kita sukai dari pasangan. Tapi di lain sisi, bisa jadi pasangan memiliki hal yang sangat baik yang sebelumnya kita tidak sadari.

4. Saling Mendekatkan Diri Kepada Allah
"Seorang istri dengan suami itu seperti segitiga sama kaki. Kita berada di sisi kanan, dan suami berada di sisi kiri. Sedangkan di titik paling atas, Allah. Saat suami istri sama-sama menuju kepada Allah, maka mereka menjadi dekat satu sama lain. Hati saling terikat, terikat karena Allah."

"Tapi bila hanya salah satu yang mendekat kepada Allah, dan yang lain menjauh, maka bisa dipastikan, mereka tidak akan bertemu di titik atas."

"Jangan menjadi shalihah sendirian, ajak suami kita. Bawa dia mendekat kepada Allah. Kalau kita benar-benar mencintainya, ingin bertemu di surga kelak bersamanya, jangan tinggalkan dia sendirian. Terus mengajak suami mendekat kepada Allah."

"Kalau suami belum tergerak hatinya saat ini, tetap berdoa dan ikhtiar. Jangan berputus asa dari rahmat Allah. Minta kepada Allah Yang Maha Membolak-balik hati manusia. Yakin suatu saat Allah akan melembutkan hati suami kita."

"Apabila ada masalah dalam keluarga, jangan mencari-cari kesalahan pasangan. Justru kita harus muhasabah diri. Apakah dosa dan khilaf yang pernah kita lakukan? Karena suami istri itu seperti cermin. Bagaimana pasangan kita, itu mencerminkan diri kita."

Begitulah kata ustadzah yang mengisi acara tausiyah yang kebetulan dihadiri Tari. Isi tausiyah itu benar-benar menohoknya dalam-dalam. Saat mendengarkan tausiyah itu, Tari sedang pergi dari rumah meninggalkan suaminya selama berhari-hari karena tidak kuat akan masalah yang terjadi di pernikahannya.

Sumber gambar: pexels.com
Kata-kata ustadzah dalam cerita Wedding Agreement ini bisa kita ambil manfaatnya juga. Bahwa yang bisa merekatkan hubungan suami istri ternyata bukan hanya dengan cinta. Cinta semakin berjalannya waktu bisa semakin pudar. Jika hubungan suami istri hanya berdasarkan cinta, maka semakin berjalannya waktu hubungan antara suami istri juga akan menjauh. Ternyata keharmonisan rumah tangga antara suami dan istri bisa ditumbuhkan dan dijaga dengan sama-sama mendekatkan diri kepada Allah. Semakin dekat kepada Allah, hubungan antara suami istri semakin dekat. Hal tersebut disebabkan oleh hati antara mereka yang saling terikat karena Allah.

5. Ingat-Ingat Kebaikan Pasangan
"Janganlah melupakan kebaikan pasangan. Saat sedang merasa kesal dengan pasangan, jangan hanya melihat kesalahan-kesalahannya, tapi ingatlah kebaikan yang pernah ia lakukan. Apabila kita tidak menyukai pasangan dalam satu hal, bisa jadi yang tidak kita sukai itu Allah jadikan kepadanya kebaikan yang sangat banyak."

Seperti halnya poin sebelumnya, penggalan nasihat itu merupakan isi dari tausiyah lain yang dihadiri Tari. Maklum, di Wedding Agreement Tari diceritakan sebagai sosok yang agamis.

Sumber gambar: pexels.com

Terkadang ketika kita ada masalah dengan pasangan, yang teringat adalah kesalahan-kesalahan yang pernah dilakukan oleh pasangan. Dan karena hanya mengingat yang jelek-jelek ini, membuat hubungan antara suami istri menjadi renggang, rasa cinta antara keduanya menjadi berkurang. Untuk mengatasinya, tidak ada salahnya jika kita mengingat kebaikan-kebaikan yang pernah dilakukan oleh pasangan. Atau bisa juga dengan cara mengingat momen-momen indah yang pernah terjadi di masa lalu.

***

Begitulah cara Tari dan Bian dalam cerita Wedding Agreement untuk menumbuhkan rasa cinta dalam rumah tangganya. Terkesan begitu sederhana. Walaupun sederhana dan berasal dari cerita fiksi, tapi tidak ada salahnya mencoba tips nya untuk tambah saling cinta sama pasangan halal. Ngomong-ngomong kalian gimana? Ada tips lain untuk menumbuhkan cinta antara suami istri? Share di kolom komentar ya. 

Wassalamu'alaikum.

Sumber: Wedding Agreement by Mia Chuz

You May Also Like

24 komentar

  1. Mendekatkan diri kepada Allah SWT memang bisa menumbuhkan cinta kepada pasangan, begitu juga dengan mengenal pasangan, baik kesukaannya ataupun yang dia benci, hal ini bisa mempererat hubungan suami istri.

    Untuk tambahan nya, coba belikan pasangan barang yang dia sukai, misalnya untuk suami, coba berikan baju yang bagus atau berikan dia cincin atau makanan yang dia sukai.

    Untuk istri, coba belikan barang yang suaminya sukai, contohnya motor atau mobil baru hahahaha kaboorrr...πŸƒπŸƒπŸƒ

    ReplyDelete
    Replies
    1. Akhirnya aku tersadar. Ternyata barang yang suami sukai jauh lebih mahal daripada yang istri sukai. πŸ˜…

      Delete
    2. Tenang mbak, ada kok barang yang suami sukai tapi tidak termahal contoh nya adalah hape.

      Boleh pakai namanya untuk cerpen ngga mbak? πŸ˜ƒ

      Delete
    3. Oke juga tuh idenya, mas. Biar hape lama si suami dilungsurin ke saya. Lumayan aku bisa dapat hape yang gak kentang-kentang banget.πŸ˜‚

      Kalau jadi figuran, lewat doang gapapa sih, mas Agus. Pokok jangan jadi peran utamanya. Aku tuh orangnya pemalu. Biar Eny saja. Hehehe.

      Delete
    4. Ya gpp sih, lagi pula kalo figuran ngga ada bayarannya atau gratis, sama dengan peran utama.πŸ˜‚

      Kalo kentang enak tuh dibikin perkedel, atau kalaupun di goreng, campur udah dan buncis jadi tambah enak, tapi ngga tahu kalo hape kentang.πŸ˜‚

      Delete
    5. Sayang banget mas, kalau hape kentang ikut-ikutan digoreng. Gak bisa dimakan. πŸ˜‚

      Delete
    6. Sekarang kan hape sudah murah, harga sejuta juga sudah dapat yang ram nya tiga, ngga terlalu lelet seperti jaringan internet kalo malam.πŸ˜‚

      Delete
    7. Kalau masih bisa dipake sih sepertinya gak akan beli baru, mas. Mending buat ditabung untuk beli rumah. HeheheπŸ˜‚

      Delete
    8. Iya sih, beli rumah mah harga ngga bakal turun bahkan selalu naik, tapi kalo hape, setahun saja udah turun parah. Beli hape 3 juta, setahun kemudian sudah 2 juta, apalagi sekennya tinggal 1.3 juta.

      Tumben kok maunya beli rumah, kalo wanita biasanya beliny emas, kan harganya juga naik biarpun tidak secepat rumah? 😊

      Delete
  2. Yaa cinta di dalam kehidupan rumah tangga memang merupakan hal utama yang harus dipupuk sejak awal pernikahan. karena hanya dengan hadirnya cintalah kehidupan rumah tangga akan harmonis dan memiliki tujuan yang membuat kehidupan berumah tangga kita menjadi semakin bahagia serta bewarna dan punya makna untuk kedua pasangan tersebut untuk salin memahami perasaan masing2..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oke juga nih tipsnya, Mas. Cinta memang yang membuat rumah tangga menjadi harmonis. Jadi antar pasangan harus bisa pintar-pintar menjaga cintanya tetap ada supaya tidak ada rasa bosan dan supaya keharmonisan rumah tangga bisa semakin terjaga.

      Delete
    2. Lalu bagaimana kalo pernikahan dijodohkan orang tua kang, apalagi kalo sebelum nya tidak saling kenal, apakah bisa timbul cinta?

      Delete
    3. Kalau dilihat dari cerita Wedding Agreement sih dari hasil perjodohan bisa jadi cinta, mas Agus. Tapi kalau cerita di kehidupan nyata kurang tau juga sih. Mungkin ada yang jadi cinta ada yang kurang cinta.πŸ€”

      Delete
  3. jadi penasaran pengen lihat filmnya setelah baca review ini

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku pun sampai sekarang masih belum pernah lihat filmnya, Mbak. Cuma baca novelnya doang. Hehehe.πŸ˜‚

      Tapi sepertinya sudah ada di iflix, jadi walaupun filmnya sudah turun dari bioskop kita masih bisa nonton kapan saja asal punya paket data.πŸ˜†

      Delete
  4. berawal dari perjodohan, akhirnya lama2 jatuh cinta juga yaa..

    Jadi ceritanya tuh si bian udah nikah tapi masih tetep pacaran sama pacarnya ya mbaa..? akhirnya malah jatuh cinta sama istrinya dan melepaskan pacarnya..

    duh, nyesek juga kalo kayak gitu. nyesek jd pacarnya.. hihi..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah iya, Mbak Tya. Sudah dijanjiin bakal dinikahin setelah si Bian menceraikan istrinya, eh malah gak jadi cerai. Dasar Bian si Bian(g) kerok!πŸ˜‚

      Delete
  5. Gw baru nikah. Tapi sejak nikah berasa raja. Dasar istri gw rajin kali ya, setiap nyampe rumah udah beres tuh rumah gw. Gak ada lagi tuh ceritanya baju kotor berserakan di lantai. Dapur kotor. No no no. Semenjak menikah rumah gw jadi rapiiiiii bangetttt.

    Tapi sekalianya gw ngambil baju, tumpukan baju yang rapi itu langsung jatuh berguguran dan gw diomelin bini gw, wkwkwkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebenarnya setiap kali para istri menyiapkan baju yang akan dipakai suaminya itu bukan karena saking perhatiannya sama suami lho, mas. Tapi supaya isi lemari yang sudah ditata dengan sedemikian rapinya tidak diobrak-abrik sama suami. πŸ˜‚

      Delete
  6. cara ini bisa dipake untuk mengawetkan hubungan :D hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, mas. Walaupun dari cerita fiksi tapi sepertinya oke juga buat dipraktekkan di kehidupan nyata. πŸ˜„

      Delete
  7. Saya baru nonton film ini kemaren pagi dong!
    Awalnya penasaran, setelah nonton cuman sekali doang nangisnya, pas di kereta, pas dia kebingungan antara nggak mau pisah, sama bingung ke kantor Agama, sama blank dan galau.

    I mean, saya pernah berada di perasaan demikian, meskipun nggak pernah ke kantor agama hahaha.
    Bikin baper ih.

    Kalau menurut saya.
    Kuatnya cinta di hati akan kalah dengan orang yang selalu ada :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waaaaaah, aku malah belum pernah nonton film nya, Mbak Rey. Baru baca novelnya doang. Besok-besok jadi pengen ikutan nonton filmnya juga deh. Hehehe.

      Setuju, Mbak. Kalau kata orang sih: trisno jalaran Soko kulino. Alias cinta bisa tumbuh karena terbiasa bersama.πŸ˜„

      Delete
    2. hahaha, ayo nonton, di ilfix atau hooq ya saya nontonnya, gretongan hahahaha.
      Banyak banget film Indonesia di sana loh, bagus-bagus pula, saya jadi ketagihan nonton filmnya Ernest yang semuanya sukses bikin ngakak :D

      Delete

Komentar akan dimoderasi. Jadi mohon maaf sekali apabila komentar yang tidak sopan, mengandung kata kasar, menyinggung SARA, spam, dan yang berisi link hidup terpaksa tidak saya terbitkan. Terima kasih sudah mampir dan berkomentar.πŸ˜„