Yuk, Bikin Kacamata Pakai BPJS!

By Roem Widianto - March 18, 2020


Assalamu'alaikum.

Hayoooo, siapa yang setiap hari harus pakai kacamata supaya penglihatannya gak terganggu ngacung.☝️Eh iya, aku juga ikutan ngacung. Mata ini menderita rabun jauh soalnya. Hehehe.

Kalian yang juga punya masalah mata, pernah gak risih harus pakai kacamata setiap hari? Kalau aku dulu awal-awal pakai, sekitar dua belas tahun yang lalu, sih risih ya. Apalagi setelah pakai kacamata, tampilan yang awalnya sudah culun jadi nampak lebih culun abis. Sebelas dua belas lah sama Betty La Fea. Pantesan dulu aku jadi jomblowati sejati super ngenes, yang saking ngenesnya sudah ditolak duluan sebelum menyatakan cintah. Aaaaaah, masa laluuuuuu..

Betty La Fea (Sumber gambar: detik.com)
Tapi itu kan dulu, waktu model kacamata gak seberagam sekarang. Sekarang model kacamata sudah bermacam-macam. Kita bisa memilih model kacamata yang cocok dengan gaya kita. Oleh karena itu, mengoleksi kacamata merupakan salah satu hal yang menyenangkan. Tujuannya supaya bisa gonta-ganti kacamata sesuai dengan model fashion item yang lagi dipakai. 

"Tapi tapi tapiiiiiiii, kan harga kacamata mahal.. Gimana bisa ikut-ikutan jadi kolektor kacamata supaya gaya ini gak monoton. Supaya bisa gonta-ganti kacamata sesuai dengan warna gincuuuuuu??"


Wah, berarti belum baca artikelku sebelumnya yang bahas tentang tips hemat beli kacamata, nih. Eh, tapi kalau pengen lebih hemat lagi bisa lho kita bikin kacamata secara gratis. Caranya dengan pakai BPJS Kesehatan.


"Ealaaaah, kalau BPJS Kesehatan kan gak gratis. Kita kan bayar setiap bulannya dengan cara potong gaji."

Tuh kan, pasti ada yang protes macam itu. Nah, karena jadi peserta BPJS Kesehatan itu fardhu ain hukumnya dan karena itu juga kita harus rela menyisihkan sebagian gaji kita untuk bayar preminya setiap bulan, maka kita harus memanfaatkan semua fasilitas yang disediakan oleh BPJS Kesehatan sebaik mungkin. Salah satunya adalah memanfaatkan klaim kacamata ini.

Kebetulan, beberapa minggu yang lalu aku lagi pulang kampung. Dan karena faskes 1 ku ada di kampung halaman, jadi sekalian deh bikin kacamata pakai BPJS Kesehatan. Bagi kalian yang juga ingin memanfaatkan fasilitas bikin kacamata dari BPJS kesehatan, yuk simak pengalamanku bikin kacamata pakai BPJS kesehatan di bawah ini.

1. Mengunjungi Faskes 1

Hal pertama yang harus dilakukan jika ingin bikin kacamata pakai BPJS kesehatan adalah dengan mengunjungi Faskes 1 yang sesuai dengan yang tertera di kartu BPJS kesehatan atau KIS kalian. Jika kalian masih belum pernah periksa kesehatan di Faskes 1, kalian harus melakukan pendaftaran terlebih dahulu. Saat mendaftar di Faskes 1, aku harus menyetorkan fotokopi KIS ku sebanyak 1 lembar. Jadi siap-siap fotokopi kartu BPJS kesehatan dan juga fotokopi KTP secukupnya untuk berjaga-jaga ya.

Setelah mendaftar, aku mendapatkan kartu pasien yang mana kartu ini harus dibawa setiap kali periksa di Faskes 1 ini. Setelah mendapatkan kartu ini, aku ditanyai keperluannya mau apa, cek berat badan, tensi darah, dan dapat surat rujukan buat periksa mata. Yeay.

2. Daftar ke Rumah Sakit Rujukan

Ketika di Faskes 1 sebelumnya, aku meminta untuk dirujuk ke rumah sakit yang dekat dengan Faskes 1 nya, supaya gak boros bensin karena tinggal jalan kaki saja. Sampai rumah sakit, aku melakukan pendaftaran karena sebelumnya memang belum pernah menjadi pasien di sana. Untuk mendaftar aku dimintai fotokopi KTP dan KIS lagi serta membayar biaya admin Rp 5.000.

Aku selesai mendaftar jam 12 siang, sementara jadwal periksaku di hari yang sama jam 3 sore. Jadi masih ada jeda waktu tiga jam. Jeda waktu itu aku pakai shalat dhuhur, makan siang, dan facial sebentar di Larissa. Hehehe.


3. Periksa Mata di Poli Mata Rumah Sakit Rujukan

Santuynya aku yang lebih memilih facial daripada menetap di rumah sakit sambil mengantre membuatku dapat nomor antrian periksa mata paling bontot. Harusnya aku datang di poli mata sebelum jam 3 sore, eh malah sampai sana sudah hampir jam 4. Hehehe.

Karena aku datang sudah terlambat, mendapat antrian paling akhir, dan pak dokternya ada acara mendadak setelah jadwalnya di rumah sakit tempatku periksa membuat pak dokter terburu-buru saat sesi periksa mata giliranku. Saking terburu-burunya beliau hanya menanyai apa keluhanku, berapa ukuran kacamata terakhir, apa dengan ukuran kacamata yang terakhir aku masih merasa nyaman. Setelah itu beliau mencatat semua keluhanku dalam dokumen pasien dan langsung bikin resep tanpa memeriksa kondisi mataku sama sekali. Lalu beliau bilang agar saat aku di optik untuk minta periksa mata lagi.

Tapi kejadian dokter yang langsung bikin resep tanpa periksa terlebih dahulu ini sebelumnya belum pernah aku temui lho. Mungkin saja karena aku hanya ingin bikin kacamata - itu berarti aku bukan pasien yang urgent yang butuh pemeriksaan dan penanganan intensif - dan mungkin saja pak dokternya ada keperluan urgent yang menyangkut pasien lainnya yang membutuhkan penanganan secara cepat, seperti ada jadwal operasi mata misalnya. Jadi walaupun tanpa diperiksa aku gak kebanyakan protes, karena aku tau toh saat di optik juga diperiksa lagi supaya ukuran kacamatanya lebih akurat.

Setelah kegiatan periksa mata di poli mata ini, aku mendapatkan resep dari dokter matanya. Nah, resep ini harus diberi stempel dari BPJS kesehatan sebelum akhirnya dibawa ke optik. Jadi kita harus serahkan resepnya ke pos BPJS kesehatan dulu sebelum membawanya ke optik.

4. Serahkan Resep ke Pos BPJS Kesehatan

Ngomong-ngomong ini bukan pertama kalinya aku bikin kacamata pakai BPJS kesehatan. Enam atau tujuh tahun yang lalu aku juga pernah menggunakan fasilitas BPJS kesehatan ini. Dulu setelah mendapat resep dari dokter mata, resep itu harus di bawa ke Kantor BPJS Kesehatan. Itu artinya kita harus rela keluar uang bensin untuk ke Kantor BPJS Kesehatan. Syukur-syukur kalau Kantor BPJS Kesehatan dekat dengan rumah sakit rujukan tempat kita periksa mata. Nah kalau jauh?

Untuk sekarang, kebijakannya sudah berbeda. Di setiap rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan sudah tersedia pos BPJS Kesehatan tersendiri. Jadi resep yang kita terima tidak perlu kita bawa jauh-jauh ke kantor cabang BPJS Kesehatan, melainkan cukup serahkan ke pos BPJS Kesehatan yang sudah ada di rumah sakit rujukan. Jadi lebih hemat bensin kan? Hehehe.

Setelah menyerahkan resep ke pos BPJS Kesehatan, aku menerima resep dari dokter tadi dengan ditambahi selembar surat yang kurang lebih berisi tentang data diri, rangkuman resep dari dokter mata, dan hak yang kita terima untuk bikin kacamata ini. Jatah hak yang diterima antara lain, untuk kelas 1: Rp 300.000, kelas 2: Rp 200.000, dan kelas 3: Rp 150.000.

Selain itu, petugas pos BPJS Kesehatan juga memberitahukan optik mana yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan. Di optik yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan itu lah kita bisa menggunakan fasilitas bikin kacamata.

5. Bikin Kacamata di Optik

Setelah mendapatkan surat dari BPJS Kesehatan, kita bisa langsung ke salah satu optik yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan untuk pesan kacamata. Sesampainya di optik pilihanku, aku menyerahkan resep dari dokter. Tak lupa sesuai anjuran dokter, aku minta periksa mata lagi di optik. 

Sempat berdebat dengan mbak optik, katanya kalau pakai BPJS Kesehatan biasanya gak periksa lagi karena sudah ada resep dokter. Tapi setelah aku memohon dengan setulus hati sambil memasang wajah memelas akhirnya luluh juga hati mbak optiknya. Alhamdulillah. Hehehe.

Di dalam ruang periksa, mbak optik memeriksaku tiga kali. Yang pertama dengan cara manual --yaitu dengan membaca deretan huruf dari jarak tertentu-- menggunakan lensa resep dokter, yang kedua menggunakan alat periksa yang sudah komputerisasi, dan yang terakhir secara manual lagi dengan lensa hasil periksa alat canggih sebelumnya. Dan hasil akhirnya adalah kedua mataku minusnya nambah dan di mata kiriku sekarang ada astigmatisme nya. Wah, gara-gara kebanyakan ngeblog ini pasti.. 😭

Ilustrasi tes kacamata dengan alat komputerisasi (Sumber gambar: pexels.com)
Setelah periksa, sudah saatnya aku pilih-pilih frame kacamata. Sebenarnya ada dua pilihan, minta frame yang sudah disediakan sesuai jatah klaim BPJS Kesehatan atau pilih yang lain. Kalau memilih frame yang tidak disediakan sesuai BPJS Kesehatan, aku harus membayar sebesar selisih harga frame dengan hak klaimku. Sedangkan jika memilih frame yang sesuai jatah BPJS Kesehatan, aku tidak mengeluarkan uang sepeserpun. 

Karena aku adalah orang yang irit binti medit -sesuai perkiraan kalian- aku memilih frame yang sudah sesuai jatah klaim BPJS Kesehatan. Alasannya karena gratis dan modelnya juga sudah lumayan. Model anak muda lah. Jadi supaya bisa tampil ala anak muda dengan budget minim gitchuuu. Hehehe. Dan ketika mbak optik tanya apa mau pakai lensa yang bagus sekalian dengan menambah uang Rp 100.000, aku menjawab dengan tegas dan mantap "TIDAK".


Keesokan harinya, ada SMS masuk ke hp ku dari optik yang menyatakan bahwa kacamataku sudah jadi. Senang banget dong, rasanya. Sudah bikin kacamata gratis, pelayanannya pun cepat. Jadi pengen cepet-cepet bikin kacamata pake BPJS lagi deh. Eh, tapi harus tunggu dua tahun lagi ding. Karena bikin kacamata pakai BPJS ini hanya bisa digunakan dua tahun sekali.

Foto bareng yang mencerahkan hariku (kacamata) dan yang mencerahkan hatiku (suami). #eaaaaa
Dan sekarang akhirnya aku bisa pakai kacamata baru. Cihuuuuy. Dan dengan kacamata model ala anak muda apakah aku jadi berubah menjadi syantik? Ternyata tidak, kawan-kawan. Tampilanku masih sama culunnya dengan saat aku masih sekolah dulu, bedanya sekarang sudah tidak ngenes lagi karena sudah ada suami. Ternyata orang secupu ini masih ada yang mau. Heuheuheu.

Kalian gimana nih, sudah pernah pakai fasilitas BPJS Kesehatan untuk bikin kacamata belum?

Wassalamu'alaikum.

  • Share:

You Might Also Like

89 komentar

  1. Menarik juga nih postingan Tentang pembelian kacamata atau bikin kacamata dengan BPJS. Meski prosedurnya cukup sedikit ribet bagi orang yang nggak sabaran..😊😊

    Tapi setidaknya tulisan diatas bisa jadi moment asik nih yang lagi butuh kacamata.😊😊.

    Meski pada umumnya membeli kacamata bisa langsung ke Optik. Syukur2 ada discount.🀣🀣🀣🀣

    Tapi aku bersyukur nggak berkacamata...😊😊

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau di optik paling gak keluar uang 400ribu ke atas, mas. Paling hemat memang pake fasilitasnya BPJS ini. Tinggal sedia stok sabar sama bensin aja. Hehehe.

      Delete
    2. Sultan mah ogah ribet mbak, kalo mau dia tinggal borong berapa kardus.😱

      Delete
    3. Nah, iya. Nissan Terra sama Fortuner aja bisa beli, masa kacamata aja gak kuat beli. Hehehe.🀭

      Delete
    4. Begitulah, tapi yang aku salut, biarpun tajir melintir tapi istrinya cuma satu mbak, bagus kan, suami teladan itu.

      Istrinya cukup satu, satu di Jakarta, satu di Depok, satu di Bandung dan satu di Makassar.😁

      Delete
    5. Benar-benar panutan. Semoga mas Satria aja, gak ada yang niru πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

      Delete
    6. Paling nanti kalo tahu dia komentarnya sueee sambil pakai emot ini 😠😠😠

      πŸ€£πŸ€£πŸ˜“

      Delete
    7. Iya sih, paling murah 300-400 kalau diskon.
      Apalagi kalau minusnya agak banyak :D

      Delete
    8. @Mas Agus: jadi penasaran apa sih artinya sueee ini? Kok sering banget muncul tapi aku gak tau artinya. Hehehe.πŸ˜‚

      @Mbak Rey: iya nih, Mbak. Yang lebih parah lagi yang lensa silinder, Mbak. Adekku ngurus kacamata pake BPJS dan lensanya gak bisa ditanggung BPJS dong. Karena lensa silinder yang ditanggung BPJS hanya yang ukuran 0.5-2.0, sedangkan adekku butuh lensa silinder ukuran diatas 2.0 untuk kedua matanya. Jadi nambah uang deh. Dan harga lensa yang biasa, bukan yang bagus, lebih mahal daripada yang lensa minus.😭😭😭

      Delete
    9. Aku juga ngga tahu mbak apa artinya sueee, cuma latah soalnya kang satria suka bilang gitu.πŸ˜‚

      Mungkin bisa TSPRYB mbak.😊

      Delete
    10. Nah,apa lagi tuh TSPRYB, mas?πŸ€”

      Delete
    11. TSPRYB itu tanyakan saja pada rumput yang bergoyang, rumputnya bisa diganti kata rongdo juga.πŸ˜…

      Delete
    12. Rongdo itu bukan janda di bahasa jawa ya, mas? Yaampun aku bingung dengan semua bahasa itu.πŸ˜…

      Delete
    13. Ngga usah bingung mbak, TSPRYB aja.🀣

      Delete
    14. Seingat saya, saya cuman minus sih, tapi udah di atas 2 deh kayaknya.
      waktu saya bikin kacamata di sebuah optik 2 tahun lalu, memang butuh tambahan, sayangnya udah bayar mihil kok ternyata saya nggak suka modelnya huhuhu

      Delete
    15. Emang ngga bisa ditukar kacamatanya mbak kalo modelnya ngga suka?

      Gorengan saja boleh ditukar kok apalagi kacamata yang mihil.πŸ˜‚

      Delete
  2. Saayyy dirimu makin cantik pakai kacamata, pengen deh bikin kacamata pakai BPJS, saya punya kacamata, tapi nggak suka modelnya dan nggak nyaman, berat, bikin sakit kepala.
    Terpaksa saya nggak pernah pakai kacamata, padahal buram banget asli, nggak keliatan, tapi ya kalau pakai kacamata malah bikin migren :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ganti lensa yang enteng aja, Mbak Rey. Atau tinggal pake BPJS, pilih frame terus minta pasang lensa yang bagus sekalian juga bisa. Tinggal tambah uang sedikit. Hehehe.

      Delete
    2. Nah tuh mbak, pakai kacamata yang ringan gitu mbak jadinya tidak bikin migren. Biasanya bahannya dari sedotan mbak, enteng kan.😁

      Delete
    3. Mas Agus suka pakai kacamata berbahan sedotan ya? Hehehe. *Kaboooor*πŸƒπŸƒπŸƒ

      Delete
    4. Ssttt, jangan keras-keras dong, malu atuh kalo ketahuan anak sultan itu.πŸ˜‚

      Delete
    5. Mas satriaaaa, beliin mas Agus kacamata dong. Kasian dia pakai kacamata berbahan sedotan kemana-mana. πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

      Delete
    6. Nah iya, saya pengen ganti kacamata aja, yang biasa aja, yang plastik juga nggak apa-apa, daripada besi, berat, bikin sakit kepala.

      Cuman mikir kapan gerangan bisa ganti ya? serem amat sekarang ke mana-mana, virusnya udah nyampe Sidoarjo, hiks

      Delete
    7. Dari pada beliin kacamata, mendingan ngasih tips biar adsense bayaran tiap bulan, kan duitnya nanti bisa buat beli kacamata sendiri.πŸ˜ƒ

      Delete
    8. @Mbak Rey: Iya nih, Mbak. Serem banget sekarang. Mending gak usah keluar rumah dulu kalau gak perlu banget. Aku pun ngurusnya kacamata ini juga sebelum ada kasus corona di Indonesia.😭

      @Mas Agus: ide bagus, mas. Bagi-bagi tips dong mas. Hehehe.

      Delete
    9. Lha, aku malah mau minta tips dari mbak.😱

      Delete
    10. Daftar adsense aja aku gak lolos-lolos. πŸ˜‚

      Delete
    11. Bohong ah, sekarang iklannya udah nongol kok.🀭

      Delete
    12. Eh, serius, mas? Di hapeku kok gak muncul se. Mas Agus lagi bercanda ini pasti.πŸ˜…

      Delete
    13. Iya, itu kan ada iklan Citra Fresh Glow, COSRX, Wardah white secret dll.πŸ˜…

      Delete
    14. Itu sih review produk biasa, mas aguuuuus.😭

      Delete
  3. wah kacanatanya ada modelnay yang bagus juga ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih. Padahal aku cuma cari yang kacanya gak nyenggol bulu mata lho, Mbak. Hehehe.

      Delete
  4. Kmrin rekan kerja sempat ada yg bikin kacamata dg bpjs juga. Kebetulan kacamataku udah byk goresan2 di lensanya jd pengen coba bikin pke bpjs juga nih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hayuk coba pake BPJS aja, Mbak. Pokok syaratnya sudah pernah pake kacamata minimal selama 2 tahun.πŸ˜†

      Delete
  5. baru tahu saya. pakai JKN-KIS bisa engga ya?

    www.rajaunik.co.id

    ReplyDelete
  6. Pernah denger sih mbak

    Kalo bisa pk bpjs, tpi blom pernah coba.. Sy jg kebetulan pk kacamata udah 8 th yg lewat, saat bli kacamata krn buat cadangan, masih bli di optik krna dulu blom ada bpjs.. Mudah"an kl kenapa" bisa gunain bpjsnya lah.. Nice post mbak 😊

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bikin sekarang juga gpp, Mbak, hitung-hitung buat koleksi. Eh, tapi tunggu kondisi wabahnya selesai dulu, supaya aman dari virus Corona.

      Delete
  7. Wah pengalaman nya bagus juga mbak, jadi yang lain tahu bahwa BPJS kesehatan itu bisa dipakai buat bikin kacamata gratis.😊

    Oh ya, di rumah sakit kan daftar jam satu, sementara jadwal periksa di hari yang sama jam tiga, kok bisa masih ada jeda tiga jam? πŸ€”

    Memang begitu sih syarat bikin kacamata secara gratis lewat BPJS, bagi yang belum tahu pasti ribet, tapi bagi yang sudah tahu mah biasa saja karena memang begitu prosedur nya.πŸ˜ƒ

    Tetap syantik kok mbak pakai kacamata, jadinya tambah kece.😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah iya, baru sadar aku. Jam 12, mas Agus. Angka 2 nya ketinggalan. Sekarang udah aku benerin. Makasih sudah diingatkan ya, mas. Hahaha. Jadi malu, ketahuan gak teliti.πŸ˜‚

      Iya, mas. Kalau yang sudah tau memang biasa aja. Lagipula sebenarnya ini prosedurnya lebih ringkas daripada dulu. Dulu harus ke kantor BPJS Kesehatan, sekarang tidak.

      Delete
    2. Betul mbak, dulu BPJS itu ribet kalo mau klaim, seribet saat dulu mau pdkt sama mantan.😱

      Delete
    3. Cieeeee, yang teringat mantan πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

      Delete
    4. Aku sebenarnya juga matanya agak bermasalah mbak, kalo jarak dekat sih ngga terlalu masalah sih, cuma kalo jauh, misalnya lihat jam dinding itu agak kabur, apa itu rabun jauh ya? πŸ€”

      Tapi kalo lihat rongdo muda lewat, biarpun dari jauh tapi kok tetap kelihatan ngga kabur gitu. Ini kenapa ya.πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

      Delete
    5. Itu pertanda, mas. Pertanda pengen nambah istri lagi. *Eh kabuuuur πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ

      Delete
    6. mbak mbak, dompetnya jatuh tuh.

      Ah ngga kedengaran kali, aku ambil aja dompetnya ah buat beli bubur ayam.😁

      Delete
    7. "Tak tau dia kalau itu dompet hasil nyopet. Aku lari aja, biar aku gak kena keroyok warga. Huahahaha *tawa jahat*" πŸƒπŸƒπŸƒ

      Delete
    8. Pura pura ngga lihat ah dia komentar apa.πŸ™ˆ

      Delete
  8. Pernah kualami 😁
    Gimana lamanyaaa waktu nunggu antrian di dokter mata pakai bpjs.
    Tapi bagus juga sih bisa dapat frame harga murah setelahnya πŸ˜„

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, mas. Bisa dapat gratis lho malahan. Hehehe.

      Delete
    2. 😁 iya ..

      Framenya dipihin yang bagus pula waktu itu.
      Lumayan mangkas harga asli framenya ..., sisanya buat jajan hi hi hi

      Delete
    3. Enak banget, mas, sisa uangnya bisa buat jajan. Hehehe.πŸ˜†

      Delete
  9. loh baru tau ada yang bgini di bpjs haha. bsa dimanfaatin deh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa banget, mas. Lumayan dapat kacamata gratis. Hehehe.

      Delete
  10. Biar pakai kacamata tapi ya kalau dasarnya udah manis tetep aja manis mb roem hihihi
    Aku malah lucu loh mb, pas sd kan mikirnya teman yang pinteeer banget itu kebanyakan pakai kaca mata, terus kebetulan juga wajahe cantik cantik, trus aku ngiri dong pengen pakai kaca mata juga hahahaha, padahal yg ga berkaca mata pengennya matanya sehat kayak aku, e aku malah aneh aneh pingin pake kaca mata. Uda nyoba tu klo baca sambil tiduran segala macam tapi pas dites mata tetep sehat yaudah memang ga usah pake kacamata

    Sebagai solusi pingin berasa eksis akhirnya aku pakai kaca mata plastik aja trus foto deh hahhahah,

    Wah tapi ini step stepnya patut dicoba nih semisal suatu saat membutuhkan, mayan kan bpjs belum pernah kepake sama sekali klo di aku,

    Lumayan banget klo sampai bisa gratis, apalagi kalau pelayanannya juga cepat n petugasnya ramah ^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah, Mbak, matanya sehat. Aku sebenarnya juga pengen punya mata sehat. Gak enak pakai kacamata, tapi kalo gak pake semuanya kelihatan buram. Padahal lebih pede kalau gak pake kacamata. Mau pake softlens tapi gak bisa masangnya. Yaudah, mau gak mau harus pake kacamata deh. 😭

      Iya, mbak. Boleh banget tips nya dicoba. Untuk memanfaatkan fasilitas BPJS kesehatan dengan baik. Masa tiap bulan bayar iuran, tapi gak pernah nyicip fasilitasnya. Hehehe.

      Delete
    2. Emang softlens itu seperti apa sih mbak? Apa seperti lensa yang ditaruh di kelopak mata ya? Katanya warnanya bisa dimodif sehingga mata kita bisa berubah jadi warna biru kayak bule gitu.πŸ˜‚

      Delete
    3. Bukan di kelopak mata sih, mas. Tepatnya di matanya. Hehehe. Dan ngomong-ngomong pasangnya susah bener, udah aku masuk-masukin ke mata tapi gak mau nempel. Entah softlens nya yang jelek atau emang aku yang gak bisa pasang. πŸ˜…

      Delete
    4. Ngga mau nempel, apa mungkin perlu lem Aibon kali ya.😱

      Ngomong ngomong harga softlens sama kacamata mahal mana? Terus kalo misalnya kita kelilipan lalu matanya dikucek-kucek softlens nya lepas ngga? 😊

      Delete
    5. Gak tau deh, mas. Lagian belum pernah berhasil pakai. Hehehe.πŸ˜‚

      Btw sekarang ada himbauan agar pengguna softlens supaya pakai kacamata saja. Supaya memperkecil penularan corona juga.

      Delete
  11. untuk kacamata aku milih untuk pakai jalur "mandiri" ke dokter mata langganan atau ke optik langsung, males ribetnya sama urusan claim dan prosesnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau untuk yang super sibuk yang terbaik memang langsung ke optik aja langsung, Mbak. Tinggal periksa mata, pilih frame, besoknya jadi. Gak perlu repot wira-wiri ke sana-sini. hehehe.

      Delete
  12. Wow, pakai domain baru nih. Habis dapat bonus ya mbak atau Nemu koper di jalan.😱

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah, mas, nemu koper di jalan. Untung isinya bukan potongan tubuh manusia.😱

      Delete
    2. What, isinya cuma potongan koran ya.😱

      Delete
    3. Ternyata cuma properti syuting iklan oli. HeheheπŸ˜‚

      Delete
    4. Wih, dapat bayaran banyak nih dari syuting iklan oli kemarin makanya beli domain.πŸ˜…

      Bagi dong.😁

      Delete
    5. Berapa harga domain dot com di idwebhost mbak?

      Delete
    6. Kok tau aku pake idwebhost, mas??😱

      Delete
    7. Kadaluarsa domainnya 13 Maret 2021 kan mbak.😱

      Delete
    8. Jangan-jangan mas Agus ini indigo nih pasti. 😱😱😱😱

      Delete
    9. Kenapa ngga di rumahweb aja kayak mbak Rey...😱

      Delete
  13. Kaca matanya lucu banget, frame nya anak muda banget hehe. Thank you loh Mba udah sharing sedetails ini, lumayan kan ya bisa dapet kacamata lucu bermodal sabar dan bensin wkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah, iya Mbak. Gratis sih, tapi harus modal sabar dan bensin gara-gara lumayan dibuat wira-wiri. Hehehe πŸ˜‚

      Delete
  14. oh ternyata bpjs gak cuma dipake buat berobat ya? Dulu waktu masih kerja di kantor, bpjs kesehatanku malah belum pernah dipake sama sekali sampai akhirnya resign.
    mba, kalo mau periksa matanya dulu di optik2 gitu bayar gak ya? Sebenernya aku ngerasa gak ada masalah sih sama penglihatan, tapi pengen tau aja gimana kondisi mataku.
    Trus kalo pake bpjs bisa gak beli kacamata anti radiasi, bukan kacamatan minus gitu hehe. kan kerjanya depan laptop terus nih kayaknya yg dibutuhin kacamata anti radiasi deh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Boleh kok, Mbak, periksa di optik. Dan gratis lagi. Tapi kalau aku tengsin juga sih kalau cuma periksa doang tapi gak beli apa-apa. Hehehe.πŸ˜‚

      Kalau yang BPJS cuma bisa untuk yang minus dan silindris nya di atas ukuran 0.5, mbak. Kalau gak ada minus atau silinder nya sepertinya gak bakal ditanggung BPJS deh.

      Delete
  15. Dulu pernah bikinin kacamata ut istri karena matanya minus. Setelah kacamatanya jadi dan dipake dia lalu menatap saya dan bilang.. ternyata kamu jelek ya wkwkwwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sabar bang, ini namanya cobaan.πŸ˜‚

      Delete
    2. Ini masih dalam rangka beda keyakinan ya, Bang? Hehehe. Gapapa, Bang. Yang penting istri sayang. πŸ˜†

      Delete
    3. Haha ingat aja beda keyakinan :D

      Delete
    4. Nganu, Bang. Bikin ngakak soalnya.πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

      Delete
  16. Saya sudah merasakan manfaat BPJS buat bikin kacamata ini. Ya, maklum, without glasses mataku useless WKWK. Lebih murah, tapi terbatas untuk beberapa jenis frame saja.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Boleh kok, mas, pilih frame lain. Tapi ya harus nambah uang lagi. Hehehe πŸ˜‚

      Delete
  17. Tenyata bisa ya, saya pernah denger sih, tapi karena jarak dari puskesmas ke rumah sakit jauh jadinya agak males. Padahal mata juga min, liat muka orang kadang datar semua wkwk...πŸ˜‚
    Pernah beli kacamata sendiri tapi entah gimana ceritanya lhakok gagangnya copot semua trus ilang.
    Misterius....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Boleh dicoba klaim pake BPJS kesehatan tuh, Mbak. Lumayan, gratis. Daripada keluar duit buat beli lagi. Hehehe. Eh tapi sepertinya tunggu dulu sampai wabah Corona nya usai ding.

      Delete
  18. Gw dulu suruh pake BPJS buat bikin kacamata. Tapi karena ribet harus periksa-periksa dulu sedangkan gw butuh cepet akhirnya ya cus aja ke optik. Keluar dari optik gw makan indomie seminggu kemudian, wkwkwkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mahal ya, mas, kacamata kalau beli sendiri di optik.πŸ˜‚

      Delete

Komentar akan dimoderasi. Jadi mohon maaf sekali apabila komentar yang tidak sopan, mengandung kata kasar, menyinggung SARA, spam, dan yang berisi link hidup terpaksa tidak saya terbitkan. Terima kasih sudah mampir dan berkomentar.πŸ˜„