Belajar Dari Kondisi

By Roem Widianto - April 30, 2020

keterampilan yang dipelajari saat di rumah

Assalamu'alaikum.

Kita semua tau, kalau sekarang kondisi sedang tidak baik-baik saja. Ini semua gara-gara Corona. Iya, gara-gara Corona kita harus rela di rumah aja. Kata pemerintah sih tujuannya untuk menekan tingkat penularan. Tapi kalau di rumah terus begini kan lama-lama bisa bikin bosan juga.



Kalau dipikir-pikir, bagaimanapun juga kondisi seperti ini harus kita lewati. Kalau ingin pandemi cepat berakhir, ya kita harus manut sama himbauan dari pemerintah itu. Kalau masalah bosan apa gak bosan, kan kita bisa kondisikan sendiri. Bisa aja dengan di rumah aja kita terus-terusan merasa bosan. Tapi bisa juga di rumah aja kita malah keasyikan sendiri. Jadi pinter-pinter kita ngatur suasana hati diri sendiri aja.

Jika tetap kesulitan menghilangkan rasa bosan, coba deh cari kesibukan baru. Belajar hal baru misalnya. Kan lumayan, dengan belajar kita bisa usir bosan sekaligus mendapatkan ilmu yang bermanfaat. Kalau kata sesepuhku sih istilahnya sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui. Mau coba gak, lur?

Awal-awal harus menjalani hidup di rumah aja, aku juga merasa bosan gak karuan. Ya mirip-mirip sama yang sebagian dari kalian rasakan. Tapi entah kenapa perlahan rasa bosan itu hilang dengan sendirinya. Mungkin karena aku mulai menyibukkan diriku sendiri dengan berbagai macam hal. Kalau dipikir-pikir, aku sebenarnya gak ada niatan belajar apa pun. Tapi ternyata ada juga hal yang aku pelajari lho, lur. Akhirnya aku menyadari bahwa kondisi yang serba gak enak ini ternyata sedikit banyak mengajariku beberapa hal. Kurang lebih kalau dirinci ini, lho, hasil belajarku dari kondisi ini.


Bersyukur

pexels/Eternal Happiness
Awal mula Corona ini ada dan kita semua dihimbau untuk di rumah aja, yang aku lakukan adalah banyak sambat (Jawa: mengeluh). Gimana mau gak sambat, lha wong aku jadi gak bisa ke mana-mana. Aku jadi gak bisa melakukan banyak hal di luar sana. Aku gak bisa bersenang-senang jalan-jalan ke luar rumah. Tapi ternyata sambat itu gak bertahan lama.

Aku akhirnya mulai merenung dan berpikir. Dengan merasa gak enak akan kondisi saat ini, aku akhirnya menyadari betapa menyenangkannya kondisi sebelum Corona hadir. Tapi tololnya, saat kondisi sebelum Corona hadir itu kok aku merasa jarang bersyukur. Aku bisa senang-senang, aku bisa berkunjung ke rumah orang tua dan keluarga, aku bisa makan enak di tempat makan favorit, tapi aku jarang bersyukur. Betapa "kufur nikmat" nya aku ini.

Karena itu, aku tersadar. Bahwa sebenarnya walaupun kondisi serba gak enak seperti saat ini ternyata aku masih diberi banyak nikmat yang bisa aku syukuri. Aku masih bisa bernapas, aku dan suami masih diberikan kesehatan, kami masih bisa bertahan hidup seperti biasa, kami masih bisa berbagi rezeki dengan keluarga di kampung, bahkan kami masih diberi kesempatan untuk bertemu dengan Ramadhan tahun ini. Alhamdulillah.


Memasak

pexels/Martin Lopez
Dengan adanya himbauan di rumah aja, pasti emak-emak skill memasaknya langsung naik dengan pesat. Gimana nggak, lha wong tiap berapa jam sekali anak sama suami minta perutnya diisi terus. Ya gak?

Aku pun juga begitu. Tapi gak gara-gara suami rewel minta makan terus sih. Melainkan gara-gara gak bisa beli makan di luar. Sebenarnya aku ini gak pinter-pinter amat masak, pengetahuan tentang resep juga sedikit. Jadi biasanya masak ya itu-itu aja. Kalau malas masak atau bingung masak apa biasanya ya tinggal makan aja di luar. 

Tapi kan sekarang gak bisa seperti itu. Mau gak mau ya harus masak supaya bisa makan. Untung ada cookpad. Jadi kalau bingung mau masak apa tinggal buka cookpad, cari resep yang cocok sama persediaan bahan makanan di dapur. Dan secara tidak sadar ternyata skill memasakku lumayan meningkat. Aku baru tau saat suami bilang kalau masakanku belakangan ini rasanya lebih enak. Rasanya senang juga dibilang begitu sama suami. Tapi di sisi lain agak kesel juga. Berarti selama ini menurut suami rasa masakanku gak enak dong??!


Menulis

pexels/pixabay
Kalau yang ini berawal dari iseng. Saking bosannya sih, jadi aku iseng-iseng ikut challenge nya Blogger Perempuan. Inti challenge ini adalah melakukan One Day One Post (ODOP) selama 30 hari. Sebenarnya sih topik yang dibahas setiap harinya sudah ditentukan. Tapi tetap aja rasanya berat banget bagiku. Apakah ini tidak cocok dilakukan untuk seonggok daging sepertiku ini? 

Tapi aku tak begitu saja menyerah. ODOP ini berat, tapi aku mau terus mencoba. Walaupun kemungkinan setelah selesai challenge aku bakal tetap post artikel seperti biasa sih. Kalau kata Mas Agus One Month One Post😂. Gak ding, paling gak empat artikel lah buat sebulan. Masa blog cuma diisi sebulan sekali, kaya ngisi token listrik aja.

Eh, setelah dihitung-hitung ini sudah hari ke-11 aku ODOP. Dan ternyata, Alhamdulillah, lancar-lancar aja (walaupun sebenarnya otak juga sudah berasa kopong). Ternyata dengan cara dipaksa menulis secara bertubi-tubi ini juga cukup melatih skill menulisku. Selain itu aku jadi lebih peka menangkap potensi yang ada di sekitarku untuk bahan tulisan juga. Gak nyangka ternyata keisenganku ini juga membuahkan manfaat. 


Gak nyangka, ya, ternyata ada aja hikmah dari kondisi yang serba gak enak ini. Ternyata dengan di rumah aja, aku bisa meningkatkan ketrampilan yang tidak aku duga-duga sebelumnya. Kalau seumpamanya aku punya mantan mungkin skill stalking mantan juga bakal meningkat kalau aku di rumah aja kayak gini. Tapi Alhamdulillah, aku gak punya mantan jadi kemampuan yang meningkat ya kemampuan yang bermanfaat aja. Gak seperti stalking mantan, sudah gak bermanfaat malah tambah mudharat karena bikin baper. 🤭

Kalau kalian gimana? Di rumah aja bikin kalian belajar tentang apa? Apa jangan-jangan malah belajar stalking mantan? Hehehe.

Wassalamu'alaikum.

  • Share:

You Might Also Like

19 komentar

  1. wah muncul singkatan baru nih ODOP hehe baru tau.
    dibalik itu semua kita balik lagi, semoga semua bsa kembali seperti sedia kala

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin. Semoga semuanya segera membaik dan kembali seperti sedia kala, mas.

      Delete
  2. Lebih baik seperti itu mbak, lebih baik dirumah. Berada dirumah bukan harus diam tapi tetap melakukan apapun yang bisa menjadi kesibukan tersendiri. Sediam-diamnya dirumah gak bakalan bosan, jika harus dibandingkan dengan tempat karantina. Karena saya sudah merasakan itu... :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sehat terus ya, mas. Semoga aja pandemi ini cepat berakhir supaya kita semua bisa beraktivitas seperti biasanya.

      Delete
  3. menurut saya, soal penyesuaian saja sebenarnya dalam kondisi seperti ini, dirumah bukannya berkurang pekerjaan menjadi bertambah, khususnya bagi orang tua ketika anak libur tidak sekolah, suka berantem, ngerjain PR online, ini yang terkadang lupa terus jenus bosan jika tidak belajar dari kondisi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, mas. Sepertinya buat yang punya anak harus lebih pintar-pintar mengkondisikan anak-anak supaya tetap mau belajar walaupun gak lagi di sekolah. Selain itu juga harus bisa membuat anak-anak gak bosan lama-lama ada di dalam rumah.

      Delete
  4. Kalo yang kepo dan stalking mantan terus cukup adminnya aja deh, kalo aku selama pandemi Corona ini sepertinya tidak ada kegiatan yang bermanfaat, paling hanya buat cerpen seperti biasa dan blog walking kayak biasanya terutama blog walking ke mantan eh.🤭

    Semoga saja menang lomba ya mbak dan dapat hadiah motor. Setelah motornya datang, kok sepertinya pernah naik nih motor.

    Oh, Ternyata ini motornya mantan.😂

    ReplyDelete
    Replies
    1. Cieeeee, mas Agus masih blog walking ke blog mantan. Kalau aku sih gak. Lha wong gak punya mantan. 😂

      Aamiin, mas. Walaupun sebenarnya gak terlalu berharap banyak bisa menang. Soalnya yang ikutan banyak banget. Tulisannya juga bagus-bagus, gak kyk tulisanku yang receh ini.🤭

      Delete
    2. Ah masa ngga ada mantan teman sekolah atau kuliah yang buat blog mbak.😱

      Delete
    3. Kalau teman sekolah dan teman kuliah sih banyak, mas. Tapi kalau mantan emang gak punya. 😂

      Delete
  5. Alhamdulillaah udah hari ke 11 ya mba, kalo saya mah gak sanggup mbaa 😂 bikin satu postingan aja kadang hampir satu minggu baru kelar 😅

    Selama di rumah aja, kyknya gak ada skill yg meningkat kalo saya sih. Paling skill maen sosmed yang durasi nya tambah panjang sama skill bebersih yg lumayanlah ada peningkatan sedikit 😂

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama, Mbak Rin. Aku biasanya juga seminggu baru jadi tulisannya. Malah kadang lebih parah lagi. Sebulan baru bisa bikin satu tulisan. Entah kerasukan apa aku ini kok berani-beraninya ikut-ikutan ODOP ini. 😂

      Delete
    2. Mungkin gara gara salah minum obat kali ya? 🤭

      Delete
    3. Kyknya gara-gara salah makan deh, mas.😂

      Delete
  6. kalau aku di masa pandemi ini malah keasikan membuat grafis, ngotak atik web, dan edit2 video. aplagi WFH banyak waktu luang ketimbang kerja, eheheh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, bagus mas. Di kondisi yang serba gak enak ini malah mas bisa tambah produktif lagi. Salut, aku.

      Delete
  7. Aku koq betah" aja yo mbak Roem wk wk, apakah aku punya kelainan? Oh nooo, aku biasanya yah nyobain menu" yg beda ato gak gegoleran aja di kasur, ato bebenah rumah, pindahin barang sana sini, ubah posisi, biar ganti suasana, kayaknya yg bisa ikutan odop itu keren deh menurutku, kalo aku msh blom sanggup mbake, soale suka masih angot"an,dan susah mikir kalo ga ada ide, mudah"an makin tambah rajin nulisnya mbak, cemunguut dech

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin, mbak Hen. Ngomong-ngomong ini kepalaku udah mulai nyut-nyutan juga. Apakah ini tanda kapasitas otakku sudah gak kuat buat nulis lagi, Mbak?😂

      Delete
  8. Ta kusangka mb roem bisa menjalankan odop tanpa jeda sampai dengan sangat ini #salute aku, keplok keplok

    Aku sebenernya tahun lalu ikutan odop bpn 30 hari menulis ini, tapi dulu temanya macem2, nah sekarang temanya covid, jadi aku blank terus ga iso mb roem hiks, akhire aku ga melu challenge kali ini

    ReplyDelete

Komentar akan dimoderasi. Jadi mohon maaf sekali apabila komentar yang tidak sopan, mengandung kata kasar, menyinggung SARA, spam, dan yang berisi link hidup terpaksa tidak saya terbitkan. Terima kasih sudah mampir dan berkomentar.😄