Deposito: Investasi Rendah Resiko

by - April 02, 2020



bunga deposito
Assalamu'alaikum.

Dulu waktu masih kuliah, ada seorang teman yang curhat padaku. Katanya nembak cewek itu susah. Sudah dikasih perhatian, coklat, bunga, dan lain sebagainya tapi kok masih ditolak juga. "Apa aku ini kurang ganteng?" begitu tanyanya saking frustasi karena ditolak terus. Padahal menurutku dapetin cewek tuh gak susah-susah banget lho, Lur. Dan gak perlu jadi ganteng juga buat dapatkan hati cewek. Cukup dikasih bunga deposito, cewek sudah bisa klepek-klepek. Karena bunga deposito lebih wangi dan lebih menarik daripada bunga plastik. Mungkin temanku masih belum pernah mencoba dengan cara itu. Hehehe.

Kalau ngomong masalah bunga deposito, pasti gak lepas kaitannya dengan yang namanya deposito. Oleh karena itu, sebelum gembar-gembor tentang mau tembak cewek pakai bunga deposito, kita perlu tau apa itu deposito terlebih dahulu. Yuk kenalan dulu sama deposito.

Apaan Tuh, Deposito?

Kalau punya uang berlebih, uangnya bakal kalian apakan? 

Sumber: pexels.com

Kebanyakan dari kalian pasti bakal menjawab 'akan ditabung'. Dan mayoritas dari kalian yang menjawab 'akan ditabung', lebih memilih menyimpan uang tabungannya di bank. Ketika ditanya kenapa harus membuat tabungan di bank, pasti ada yang menjawab 'karena bisa dapat bunga, jadi lebih untung'.

Selain dianggap untung, menyimpan uang dalam bentuk tabungan di bank juga dinilai lebih aman. Karena uangnya gak akan dimakan rayap seperti ketika kita menyimpan uang selama bertahun-tahun di laci lemari. Selain itu kita juga gak perlu khawatir uang dicolong tuyul kalau uangnya kita simpan di bank. 

Hanya saja kalau dipikir-pikir, menyimpan uang dalam bentuk tabungan ini gak untung-untung banget lho, Lur. Iya sih, ada bunga. Tapi sering kali bunga yang didapat lebih kecil daripada biaya admin dan PPh. Kalaupun jumlah bunganya lebih besar, selisihnya dengan biaya admin dan PPh ini juga masih tergolong kecil. Jadi dalam kebanyakan kasus, bukan saldo tabungannya bertambah, malah cenderung berkurang sedikit demi sedikit. 

Tapi jangan khawatir, Lur. Semua masalah pasti ada solusinya. Karena ada layanan perbankan yang menawarkan simpanan uang secara aman tapi lebih cuan daripada tabungan. Apakah itu? Itulah dia yang kita sebut-sebut dari awal pembahasan kita, deposito.

Deposito sebenarnya mirip-mirip juga dengan tabungan. Dia dan tabungan sama-sama merupakan layanan simpanan uang yang disediakan oleh bank. Hanya saja kalau tabungan bisa diambil sewaktu-waktu, sedangkan deposito tidak. Deposito hanya bisa diambil jika sudah jatuh tempo. Biasanya tempo yang disediakan oleh bank antara 1, 3, 6, 12 atau bahkan 24 bulan, tergantung yang mana yang kita pilih. Selain itu bunga yang ditawarkan oleh deposito ini lebih besar daripada bunga tabungan. Jadi memang kalau dibandingkan dengan tabungan biasa, deposito menawarkan keuntungan yang lebih oke.

Deposito, Si Investasi Rendah Resiko

Di dunia investasi, kita tentunya tidak asing dengan prinsip 'high risk, high return'. Artinya semakin beresiko rugi suatu instrumen investasi, semakin memungkinkan kita mendapatkan keuntungan yang gede. Sebaliknya, jika menggunakan investasi yang resiko ruginya kecil, untung yang bisa didapat ya gak gede-gede amat.

Contohnya nih, investasi saham. Resikonya gede, jadi kemungkinan kalau berhasil bisa dapat untung yang gede pula. Tapi kalau gak punya ilmu yang mumpuni, ya susah juga kita bisa dapat untung gede secara cepat. Apalagi kalau kita sudah terlanjur beli saham berlot-lot, eh lha kok semakin hari harga sahamnya turun terus. Kalau dijual rugi, kalau gak dijual takut harganya makin turun. Bisa bikin mumet juga kan, ya?

sumber: pexels.com

Berbeda halnya dengan deposito. Ngomong-ngomong, deposito ini termasuk dalam golongan investasi rendah resiko. Dan kalau resikonya rendah, pastinya untung yang bisa didapatkan kemungkinan gak sebesar jika kita berhasil melakukan investasi resiko tinggi. 

Tapi jangan khawatir. Keuntungan jika kita melakukan investasi rendah resiko seperti deposito ini adalah kita gak perlu takut mengalami kerugian. Karena memang kemungkinan merugi sangatlah rendah, bahkan tidak ada kemungkinan rugi sama sekali. Apalagi deposito ini menawarkan bunga yang lebih besar daripada bunga tabungan. Jadi pasti kita tetap dapat untung saat ambil saldo deposito di hari jatuh tempo. Bisa dibilang deposito ini lebih aman bagi kesehatan jiwa kita semua, tanpa harus mengalami stres karena terancam rugi. Oke banget buat investor pemula kan? Hehehe.

Gimana nih? Jadi buka rekening deposito gak? Lumayan lho, nanti bunganya bisa buat menyatakan cinta ke yang terkasih supaya kemungkinan approve nya tinggi. *Ups* 🀭

Wassalamu'alaikum.

You May Also Like

53 komentar

  1. Alhamdullilah sy jg udh ikutan deposito mba, cari yg aman dan ga gwde resikonya, intinya tangan ga gatel buat kutak katik sebelum jatuh tempo πŸ˜€

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh ikut deposito juga ya mbak Heni, kirain aku duitnya buat beli baju yang banyak lalu dikreditkan, Lumayan untung nya.πŸ˜…

      Delete
    2. @Mbak Nita: Iya nih, mbak. Enak kalau uangnya gak keutak-atik. Kalau aku mungkin sudah habis buat beli produk kecantikan. Hehehe.πŸ˜‚

      @Mas Agus: wah ide bisnis yang bagus tuh, mas.🀭

      Delete
    3. Tapi giliran nagih kredit, lebih galak yang ngutang daripada yang nagih.😁

      Delete
    4. Biasanya sih gitu, mas.πŸ˜‚

      Delete
  2. Pengin tanya Bu guru, kalo misalnya kita (cie kita) punya uang sejuta lalu di deposito sebulan itu bunganya berapa persen. Terus kalo setahun berapa persen juga.

    Iya sih, pernah tuh nabung sejuta setengah. Setelah tiga tahun, bukannya nambah tapi tinggal 1.3 juta saja, berarti yang 200 ribu itu dimakan rayap ya.πŸ˜₯

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wealah dipanggil Bu guru. Padahal sini ilmunya masih jauh di bawah mastah Agus. Wkwkwk.

      Kalau suku bunga deposito setiap bank kemungkinan berbeda-beda, mas. Beda tempo deposito juga beda suku bunganya. Cara gampang kalau ingin tau berapa bunga deposito yang kemungkinan didapat pada jangka waktu tertentu, pakai simulasi investasi/deposito aja, mas. Lebih praktis, gak usah pusing-pusing mikirin rumus dan pencet-pencet kalkulator manual. Biasanya setiap website bank ada simulasi investasinya kok. 😁

      Delete
    2. Simulasi nya pakai bank apa mbak, apa BTN (Bank Toyib Nongkrong) apa BCA (Bank Cagur Asyik) πŸ€”

      Delete
    3. @ Agus =

      Oh 😱
      Hahahaaaa ...

      Delete
    4. Kayaknya pake bang BSA mas.. Bang Satria Azza wk wk... Biasanya masing" bank udah ada suku bunga masing"tpi biasanya persennya antar bank ga beda jauh, kalo mas Agus ke bank biasanya didinding ada seperti tv atau layar yg menampilkan besaran suku bunga deposoto

      Delete
    5. Sik lah ape guyu aku... hahahaa gara2 baca komennya mas Agus, kok yo iso dipangan rayap ngunu cak? opo ning bank ono rayape... jangan-jangan sing akeh laler cak hihiii..

      Delete
    6. Boleh-boleh. Bank Natta Imoet juga boleh dicobaπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

      Delete
    7. Berarti kalo BRI itu Bu Rum Imut.🀭

      Delete
    8. @ Roem =

      Bang Nata 😱 ?

      Itu kan namaaaa ..., euhhm .. salah satu blogger kondang Indonesia yaa πŸ˜„ ?

      Delete
    9. @Mas Agus: Entah kenapa kok aku gilo mendengarnya ya?πŸ˜‚

      @Mas Himawan: Iya kyk nya. Sering baca nama itu di cerpennya mas Agus soalnya. Hehehe.🀭

      Delete
  3. Saya juga akan klepek klepek kalau nembaknya pakai bunga deposito ehehe..
    Tapi setelah anak anak beranjak remaja, saya jadi mikir perlu juga ya punya deposito. Biar berasa terpaksa nabung.
    Terbayang mbesok kuliah biaya mahaal.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ngomong ngomong bunga deposito termasuk riba ngga mbak Dewi?

      Delete
    2. @Mbak Dewi: Bisa juga tuh, Mbak, buat investasi. Supaya pas anak-anak kuliah uangnya bisa terkumpul tanpa kecomot-comot buat kebutuhan lainnya.

      Kalau untuk memaksakan diri buat nabung bisa coba pakai tabungan perencanaan, Mbak. Nanti setiap bulan saldo tabungan biasa akan autodebet sebesar nominal tertentu untuk dimasukkan ke rekening tabungan perencanaan. Jadi gak ada drama lupa nabung setiap bulannya. 🀭

      @Mas Agus: Kalau 'bunga' pasti riba, Mas. Kalau ingin yang gak riba bisa pakai deposito yang syariah, nanti untungnya pakai sistem bagi hasil. 😊

      Delete
    3. Kalo yang aku dengar sih, kalo bunga bank-nya sedikit itu haram mbak, tapi kalo banyak itu harum...πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

      Delete
    4. Yang penting cuan ya, mas.πŸ˜‚

      Delete
    5. Tumben bener, pasti habis minum obat nih.😁

      Delete
    6. Nah ituu..saya suka yang haruum haruum

      Delete
  4. saya tertarik mba deposito, nanti tapi... nanti.... tunggu ada yang nafkahin, nanti saya yang atur uang doi, separonya saya depositoin. ehehehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga segera tercapai ya, Mbak Putri. Tercapai segera ketemu jodoh, biar uangnya bisa didepositokan. Hehehe.🀭

      Delete
  5. Investasi yang selalu dilirik banyak orang nih, saking resikonya rendah.
    Kalau punya duit banyak banget, setor di deposito, duduk manis dah di rumah hahaha.

    Tapi bener ya, kalau mau belajar investasi mending deposito dulu, dengan begitu bisa liat keuntungannya dan kemudian bisa belajar saham :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya nih, Mbak Rey. Deposito ini soalnya aman banget. Tinggal duduk manis doang udah bisa dapat cuan. Kalau saham kan harus belajar dulu supaya resiko ruginya kecil.πŸ˜„

      Delete
    2. Emang kalo saham beda ya sama deposito? Bedanya dimana sih?

      Delete
    3. Jelas beda, mas. Kalau saham kan surat berharga yang menunjukkan kepemilikan modal pada suatu perusahaan, sementara deposito itu sejenis tabungan berjangka. Keuntungan saham didapat dari deviden dan capital gain. Sementara deposito untungnya didapat dari bunga atau bagi hasil. Aku curiga mas Agus ini dosen penguji nih.πŸ˜‚

      Nganu, pak dosen Agus. Skripsinya kasih saya nilai A ya. 🀭

      Delete
    4. betul banget, paling aman dan damai hahaha.

      Kalau saham itu kita kudu pandai melihat peluang, kapan beli kapan jual.
      Tapi kalau deposito kan udah ada track nya sendiri, nggak usah sibuk dilihatin tiap saat hahaha

      Delete
  6. besok kalau punya tabungan banyak, sepertinya mau mendepositokan. soalnya dari maren cuma nitip duit ke bapak ibu, lalu mereka yang mendeposito.

    ya ampun, nulis deposito, jadi inget lagu despacito

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yaampun, sama, mas. Aku pula nulis artikel ini sambil terngiang-ngiang lagu despacito.πŸ˜‚

      Delete
  7. hehehe...pintar buat intro tulisan…

    # Stay safe, healthy and virus free

    ReplyDelete
  8. Selama ini saya nabung hanya numpang tempat saja mbak, uang masuk, gak nyampe 1 bulan wis kelar hehee...
    jadi ga tau untung ga tau rugi, kayaknya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ini sebenarnya sebelas-dua belas sama aku, mas. Yang penting duit aman gak digondol tuyul aja sudah untung. Hehehe.

      Delete
  9. Wahhhahaha, mb roem, mengapa aku baru nyadar ya, ternyata iya je, kok biaya admin dan pphne luwih gede tinimbang bunga keuntungan pas nabung biasa, aaaaaaaaak #seolah histeris hahahhah

    Oiya pernah kepikiran mecah mecah pos tabungan salah satunya mau takdepositokan

    Oiya pertinyiinnyi #ala tukul di bukan empat mata, andai yang dah didepositoin uda jatuh tempo tapi kita ga mau ambil semua sih, masih tetep pengen nyimpan atau nabung itu boleh kan ya, apa kudu diambil?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Boleh lanjut kok, Mbak. Ada yang otomatis perpanjang juga nama fasilitasnya ARO. Nanti kalau diperpanjang dasar perhitungannya pakai saldo yang baru (saldo yang sudah ditambah bunga) jadi untungnya bisa tambah banyak. Hehehe.

      Delete
    2. Ya boleh boleh aja mbak kalo mau dilanjutkan depositonya, tapi lebih utama dihibahkan ke aku aja.🀭

      Delete
  10. Aduh duh... kalau tentang perekonomian dan penabungan, aku selalu gagal paham. Tapi, ehmmm... aku tertarik sih dengan investasi rendah resiko-nya. Nah, tapi deposito ini aplikasi dan dalam bentuk bagaimana nabungnya? Melibatkan bank?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak Einid. Deposito ini produknya perbankan. Jadi kalau ingin coba buka deposito harus ke bank dulu. Biasanya sih harus bikin rekening tabungan di bank terkait dulu, Mbak.πŸ˜„

      Delete
  11. Saya dulu juga pakai tabungan deposito mba Roem, lumayan bunganya :D biasa saya ambil yang short term. Tapi sekarang berhubung beberapa bank punya fasilitas daily interest yang rate-nya lumayan tinggi (hampir setara deposito dan bisa diambil setiap saat), akhirnya saya pakai fasilitas tersebut :D ohya selain deposito, ada RDPU yang resikonya juga rendah, mungkin bisa dicoba karena bunganya agak sedikit lebih tinggi daripada deposito bank :)

    Thanks for sharing mba <3

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, reksa dana ya? Boleh nih dicoba. πŸ˜†

      Delete
  12. Saya pengen juga deposito duit, tapi sayangnya buat makan pas Pasan aja mbak.πŸ˜‚

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku doakan rejekinya tambah banyak ya, mas. Siapa tau bisa deposito juga. Aamiin. πŸ™πŸ˜„

      Delete
  13. Kemaren sempat hitung2an mba. Kalo deposito 500 jt, perbulan dapat sekitar 1,6jt. Klo pny 5 M, tiap bulan kipas2 16 juta masuk saku. Duh mimpi

    ReplyDelete
  14. Saya bikin deposito mah bukan buat nyari bunganya. Tapi biar duitny aman gak kepake, wkwkwkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Memang lebih aman di deposito, mas. Gak kecomot-comot uangnya macam di tabungan.

      Delete

Komentar akan dimoderasi. Jadi mohon maaf sekali apabila komentar yang tidak sopan, mengandung kata kasar, menyinggung SARA, spam, dan yang berisi link hidup terpaksa tidak saya terbitkan. Terima kasih sudah mampir dan berkomentar.πŸ˜„