Gara-gara Corona: Taktik & Senjata Melawan Musuh Tak Kasat Mata

by - April 23, 2020

tindakan preventif untuk terhindar dari covid-19

Assalamu'alaikum.

Tiba-tiba aku jadi teringat cerita dari Mbah Kakung. Dulu setiap kali cerita tentang pertempuran, pasti beliau melakukannya dengan menggebu-gebu. Walaupun beliau adalah pensiunan tentara, tapi aku sebenarnya gak tau beliau pernah ikut bertempur secara langsung atau tidak. Yang pasti sih beliau ini orangnya sangat nasionalis, sangat cinta dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Aku ingat sekali Mbah Kakung menggambarkan situasi pertempuran di Surabaya tahun 1945. Saat itu Indonesia baru saja merdeka. Tapi Londo (Jawa: Belanda) dan kawanannya datang untuk merebut kembali kemerdekaan Indonesia. Dari sanalah akhirnya terjadi peristiwa penyobekan bendera Londo di Hotel Yamato dan berlanjut dengan pertempuran yang penuh darah.  

Itu adalah perjuangan mbah-mbah kita dulu. Musuhnya jelas, Londo. Dan dengan musuh itu untuk melawannya juga menggunakan senjata yang jelas, yaitu dengan senjata api ataupun senjata tajam.

Tapi sadarkah kalian, kalau saat ini kita juga sedang bertempur. Kalau dulu mbah-mbah kita bertempur melawan penjajah, sekarang kita bertempur melawan makhluk gaib. Makhluk gaib ini bukan setan atau sejenisnya, melainkan virus. Virus ini tidak bisa terlihat mata, tapi jelas dia bisa menyerang bahkan membunuh kita, manusia-manusia ini.
worldometers as per 23 April 2020 at 07.39 

Kalau untuk bertempur melawan Londo, mbah-mbah kita menggunakan senjata api maupun senjata tajam. Lalu kalau kita melawan makhluk gaib ini menggunakan taktik dan senjata apa? Lha wong musuhnya aja gak kelihatan.

Taktik Melawan Musuh Tak Kasat Mata

Karena musuh kita tak kasat mata, kita tidak boleh bertindak gegabah. Jika kita bertindak gegabah, salah-salah kita bisa terinfeksi oleh musuh kita ini. Mengingat virus ini sangat mudah menular jika kita berkerumun, maka kita menggunakan taktik gerilya. Ya, kita menggunakan cara sembunyi-sembunyi. Sembunyi di rumah masing-masing pastinya. Atau istilah kerennya dengan istilah "tetap berada di rumah" atau "belajar, bekerja, dan beribadah di rumah" dan juga "jaga jarak sosial".

pexels/Julia M Cameron


Senjata Untuk Melawan Musuh Yang Tak Terlihat

pexels/ready made
Walaupun berperang dengan cara sembunyi-sembunyi nampak seperti pengecut, tapi nyatanya inilah satu-satunya yang bisa kita lakukan. Apalagi kalau musuhnya tidak bisa dilihat seperti virus ini. Jadi menurutku taktik ini cukup brilian dan cerdas.

Tapi kita tak bisa bersembunyi terus menerus. Bagaimanapun juga kita perlu bertahan hidup. Kita tak bisa hidup tanpa makan, kan? Kita perlu keluar dari persembunyian untuk membeli bahan makanan. Kita perlu keluar untuk membeli barang-barang persediaan yang penting untuk kita hidup di tempat persembunyian kita.

Tapi di luar tempat persembunyian banyak musuh. Jadi kita harus melengkapi tubuh kita dengan senjata dan juga alat pertahanan. Alat pertahanan yang kita perlukan adalah masker. Masker bagi kita bagaikan perisai yang melindungi tubuh kita dari serangan musuh. Ya, dengan masker kita dapat melindungi hidung dan mulut kita untuk tidak dimasuki virus jahanam ini. Masker ini cukup efektif menangkal serangan musuh tak kasat mata ini asalkan masker yang kita gunakan bukan masker kecantikan.
pexels/cottonbro


Lalu kita beralih ke senjata untuk melawan musuh. Senjata pertama yang kita perlukan jika kita keluar dari persembunyian adalah hand sanitizer. Musuh tak kasat mata ini ternyata bisa menempel di suatu benda. Kita tentunya tak tahu benda mana yang diinvasi musuh, dan benda mana yang aman dari musuh. Kalau kita gegabah memegang benda yang sudah ada musuh yang nempel di permukaannya dan setelah itu kita ngupil, kucek-kucek mata, ataupun cari sisa daging yang nempel di gigi, bisa-bisa kita terinfeksi oleh musuh ini. Jadi kita perlu sering-sering membunuh musuh yang menempel di tangan dengan menggunakan sabun atau hand sanitizer. Tapi, ketika di luar rumah akan lebih praktis jika kita menggunakan hand sanitizer

Senjata yang terakhir adalah sabun. Ini digunakan saat kita sampai rumah setelah bertarung di luar rumah. Sangat memungkinkan musuh kita menempel di permukaan tubuh ataupun baju kita. Jadi secepatnya setelah sampai di rumah kita perlu membunuh musuh-musuh kita dengan cara segera mencuci baju yang sebelumnya kita pakai menggunakan sabun deterjen dan juga membunuh musuh yang menempel di tubuh kita dengan cara mandi menggunakan sabun.


Kurang lebih begitulah taktik dan juga senjata yang diperlukan kita untuk bertahan dan melawan musuh kita yang tak kasat mata alias virus corona. Jangan lupa selalu lindungi diri dengan masker, hand sanitizer, dan sabun. Semoga kita selalu diberikan kesehatan dan semoga masa pertarungan antara kita -manusia- dengan musuh tak terlihat ini segera berakhir. Aamiin.🙏

Kalau kalian gimana, rek? Sudahkah menerapkan taktik dan menggunakan senjata-senjata ini?

Wassalamu'alaikum.

You May Also Like

4 komentar

  1. Rajin cuci tangan, kenakan masker, jaga jarak
    Tidak keluar rumah jika bukan urusan penting
    Ah semua demi bertahan hidup

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga kita semua diberikan kesehatan ya, mas. Dan semoga pandemi ini cepat berakhir.🙏

      Delete
  2. Sudaaaah luurrrr. Pakai masker dan rajin cuci tangan jd makanan sehari2.wkwkw
    Pdhl mah ga pernah keluar rumah, tp suka ngeri aja kl baca timeline update kororo. Huhu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya nih, Mbak El. Apalagi jumlah yang positif dan yang meninggal semakin banyak. Jadi tambah ngeri. Moga aja cepat berlalu ya, Mbak.😭

      Delete

Komentar akan dimoderasi. Jadi mohon maaf sekali apabila komentar yang tidak sopan, mengandung kata kasar, menyinggung SARA, spam, dan yang berisi link hidup terpaksa tidak saya terbitkan. Terima kasih sudah mampir dan berkomentar.😄