Aku Gak Terlahir 'Cantik', Tapi Gakpapa :)

by - September 05, 2020

 

aku-gak-terlahir-cantik-tapi-gakpapa
Assalamu'alaikum.

Seperti apa sih 'cantik' itu?

Apakah yang putih, langsing, tinggi, mancung, seperti yang disebut-sebut sebagai standar kecantikan itu yang dimaksud 'cantik'?

Walaupun aku bersikeras bahwa cantik itu gak harus yang putih, langsing, tinggi, dan mancung,  tapi nyatanya jauh di dalam alam bawah sadarku Romy Rafael kali aku yaπŸ˜‚ aku masih mempercayai bahwa yang putih, langsing, tinggi, mancung itu terlihat lebih cantik daripada yang nggak. Aku sering bilang kalau cantik nggak harus seperti model-model iklan produk kecantikan di layar kaca, tapi nyatanya aku selalu iri tiap kali lihat mereka di tv.πŸ˜…

Ya ampuuuuuun. Munafik banget aku ternyataaaaa.πŸ™ˆ

Tapi mau gimana lagi. Sejak dulu kita memang sudah didoktrin bahwa yang sesuai dengan standar kecantikan itulah yang lebih terlihat menarik daripada yang lain. Jadi nggak heran kalau aku dan mungkin kamu juga memiliki pikiran yang sama mengenai standar kecantikan itu.

Ngomong-ngomong masalah standar kecantikan, aku termasuk dalam kategori orang yang tidak memenuhi standar itu. Aku nggak putih, nggak langsing, nggak tinggi, dan mau dibilang mancung juga nggak. Iya, aku terlahir sebagai perempuan dengan kulit sawo matang, yang dulu kurus sekarang entahlah disebut apa ini bentuknya πŸ˜…, kontet, bentuk hidung pun pas-pasan. Dan bahkan aku sering kena body shaming gara-gara punya tahi lalat di atas bibir. Serius, aku jauh dari standar kecantikan yang digembor-gemborkan media masa itu.

Ini foto zaman SMA. Memang jauh banget dari standar kecantikan dan kesan anggun. Bisa tebak aku yang mana?😬
Aku sadar aku nggak cantik. Walaupun begitu aku nggak merasa jelek juga🀭. Biasa-biasa aja aku sebenarnya. Tapi aku tetep punya rasa minder dan rendah diri. Mungkin gara-gara udah sering kena body shaming sejak SD kali ya. Hehehe. 

Tapi gakpapa. Toh, aku punya keluarga dan teman-teman yang bisa menerima aku apa adanya. Meskipun temanku gak banyak, tapi aku tau mereka tulus berteman denganku. Di situ aku yakin bahwa bagaimana pun aku, pasti ada yang mau menerimaku yang nggak ada apa-apanya ini.πŸ˜‚

Lalu ketika kelas 2 SMA aku jatuh cinta untuk pertama kalinya dengan teman sekelas. Duh, tiap hari rasanya seneng tapi deg-degan setiap gak sengaja lihat dia. Namanya juga sekelas kan, ya, jadi ketemunya juga tiap hari πŸ™ˆ. Ngomong-ngomong, dulu aku sampai bela-belain masuk sekolah tiap hari walaupun lagi sakit supaya bisa lihat dia doang, lho. Untungnya sih dia supel dan baik, jadi aku sesekali bisa sok deketin dia.🀭

Sampai suatu hari aku tau kalau dia baru jadian sama adek kelas. Sedih banget dong, aku, reeeeeek 😭. Apalagi adek kelasnya itu putih, langsing, mancung, dan lebih tinggi daripada aku. Kalau kata dia sih adek kelas itu mirip banget sama Gisella Anastasia. Dari situlah aku sadar bahwa beberapa orang memang lebih menyukai orang yang memenuhi 'standar kecantikan'. Dan yang lebih ngenesnya lagi, aku sadar bahwa dulu aku hanya jatuh cinta sendirian.😭


Sejak saat itu, aku yang minder jadi makin minder lagi. Kadang aku juga merasa sedih dan marah, kenapa aku gak terlahir menjadi orang yang 'cantik' sesuai standar kecantikan itu, kenapa gak aku saja yang punya penampilan mirip Gisella Anastasia. Tapi lama-lama rasa sedih dan marah itu berkurang. Toh aku masih punya orang yang sayang sama aku. Toh aku masih punya keluaga dan teman-temanku yang menerima aku apa adanya. Kasihan, mereka bakal ikut sedih kalau aku sedih terus-terusan.

Eh, kalau keluarga menerima aku apa adanya kan wajar, lha wong aku ini salah satu dari anggota keluarga itu. Tapi kenapa kok teman-teman masih tetap mendukung dan gak ninggalin aku walaupun aku secara fisik nggak cantik? Apa benar gara-gara mereka menerima aku apa adanya? 

Lalu aku berpikir, kenapa aku tetap berteman dengan seseorang dan gak ninggalin dia walaupun dia juga nggak cantik atau nggak cakep menurut standar kecantikan atau kegantengan secara umum? Apa karena aku menerima mereka apa adanya?

Nyatanya nggak. Aku nggak menerima mereka apa adanya. Aku berteman dengan mereka karena aku nyaman dengan mereka. Faktanya untuk mencari teman dekat, aku tergolong orang yang pemilih. Aku memilih teman yang baik, yang perhatian, yang supel, yang gemar kasih traktiran, ataupun yang punya kebaikan-kebaikan lainnya yang aku sukai. Dan menurutku orang-orang baik itu 'menarik' untukku, gak peduli dia cantik/cakep ataupun nggak. 

Dari sinilah aku paham apa yang dimaksud orang-orang dengan istilah inner beauty. Gak peduli bagaimana fisiknya, tapi kepribadiannya baik sehingga orang lain nyaman dan menerima keberadaan mereka dengan baik; kurang lebih itu yang dimaksud dengan inner beauty. Jadi walaupun gak cantik secara fisik, seseorang bisa diterima dan disukai oleh orang lain karena memiliki inner beauty ini. Toh kalau dipikir-pikir cantik fisik bisa hilang ketika tua, tapi inner beauty tidak.

Kemudian aku membuat daftar apa nilai plus yang aku miliki yang kemungkinan membuat orang nyaman untuk mau dekat dan menerimaku walaupun aku nggak 'cantik'. Dan setelah aku pikir-pikir, ternyata aku memiliki kelebihan ini: punya otak cukup encer (jadi bisa kasih contekan temen πŸ™ˆ), gak nyinyir, gak tegaan sama orang, selalu hati-hati supaya tindakan dan perkataan gak menyakiti hati orang lain, rajin menabung, serta taat beribadah. Eh, ini aku ngak lagi menyombongkan diri lho ya, ini aku lagi proses mengenali diriku sendiri.πŸ˜‚

Jadi daripada berpikir tentang penolakan dan juga tentang ketidak-cantikanku ini, mending aku lebih fokus ke kelebihanku aja. Toh aku ini bukan manusia yang cuma terdiri dari kumpulan-kumpulan kelemahan doangπŸ˜‚. Sekalian belajar mencintai diri sendiri supaya inner beauty ku lebih terpancar, gitchuuu. Hehehe.πŸ™ˆ

Ternyata benar, ketika aku bisa mencintai diriku sendiri aku menjadi merasa lebih bahagia. Dan ketika aku merasa bahagia, entah kenapa aku merasa menjadi lebih cantik dan pantas untuk diterima oleh orang lain. Benar kata Indoganic: Happy girls are the prettiest. Walaupun fisik gak cantik-cantik amat, tapi inner beauty-nya itu lho, rek, terpancar dengan sempurna 😍. 

happy-girls-are-the-prettiest
Happy girls are the prettiestπŸ₯°. Ngomong-ngomong foto ini diambil 2018 lalu.
Dan kata siapa orang yang gak cantik itu gak menarik dan susah cari jodoh? Lha wong buktinya aku yang gak cantik ini aja udah lakuπŸ™ˆ. Bahkan sekarang aku bisa bersyukur nggak terlahir cantik karena aku dikelilingi keluarga, suami, dan teman-teman yang benar-benar sayang dan peduli denganku. Tanpa pernah merasakan yang namanya drama fake friend selama ini.

aku-gak-terlahir-cantik-tapi-gakpapa
Iya. Aku gak terlahir cantik. Tapi gakpapa. :)
Teruslah bahagia, rek. Mungkin kita gak cantik-cantik banget kalau dilihat dari fisik. Tapi bisa jadi Tuhan kasih kita kelebihan di lain hal selain fisik, yang membuat orang lain suka dan sayang sama kita dengan tulus. πŸ₯°

Eh, ngomong-ngomong ada yang selama ini membuat kalian minder gak sih? Sharing yuk, sekalian saling menguatkan.πŸ€—

Wassalamu'alaikum.

You May Also Like

52 komentar

  1. Hola mba Roem, drama minder ini sepertinya dialami oleh setiap wanita πŸ˜†

    Saya pribadi nggak pernah sampai iri sama wanita dengan standar kecantikan sempurna. Hehehe. Saya selalu merasa diri saya cantik, mba *PD berat anaknya* πŸ˜‚ Tapiiiii meski saya nggak iri sama yang sempurna, tbh saya iri sama yang cantiknya charming ~ ada teman saya yang kalau senyum OMG charming sekali, dan karena karakternya yang asik plus supel, teman aura teman saya jadi macam ada blink-blinknya 🀣 apa ya istilah katanya... padahal dipikir-pikir dia nggak tinggi, rambut nggak lurus panjang, kulit pun nggak putih khas standar kecantikan. Tapi setiap dia lewat, beuh banyak yang memandang 🀣 hahahahaha.

    Kalau saya setuju sama mba Roem, yang penting kita bisa menerima diri kita apa adanya, serta mencintai diri kita serta berusaha untuk selalu menjaga satu satunya tubuh yang kita punya πŸ˜† dan menurut saya, mba Roem cantiiiiiik kok mba 😍 happy weekend, ya πŸ’•

    ReplyDelete
    Replies
    1. Duh, jadi malu nih, dibilang cantik sama Mbak Eno. Timakasi ya, Mbak. Hehehe🀭

      Tapi kalau dipikir-pikir, memang seharusnya mencintai itu dimulai dari diri sendiri. Kalau gak memulai untuk mencintai diri sendiri, gimana bisa kita pede dengan apa adanya kita. Sedangkan kalau gak pede, gimana bisa orang lain melihat apa kelebihan yang kita miliki. Jadi aku setuju sama yang Mbak Eno lakukan, mencinta diri sendiri dan pede itu harus banget.πŸ˜†

      Delete
  2. dulu aku sempat marah juga bukan karena gak cantik tapi banyak kesempatan diambil orang yang cantik padahal kemampuan jauh dari aku. itu yang bikin bete banget. aku yang pintar nari maalh gak terpilih , malah dipilih yang cantik padahal dia gak bisa nari. memang hasilnya juga gak bagus . Tapi akhirnya sadar kalau aku bisa melakukan sesuatu pasti denagn usaah keras aku bukan karena modal tampang saja

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ini emang bikin kesel banget sih, Mbak. Kesempatan hilang gara-gara orang lebih memilih yang punya fisik cantik daripada yang punya skill bagus 😭. Padahal yang skill nya bagus tinggal dipoles sedikit bisa jadi gak kalah cantik juga lho..

      Delete
  3. Aku bisa tebak kak Roem yang mana di foto pertama. Yang sisi kanan atas kan? 🀭 #soktau

    Aku juga sama seperti kak Eno. Aku lebih iri kalau melihat wanita yang charming. Yang enak banget dipandangnya dan nggak bikin bosan. Ditambah kalau punya karakter yang friendly dan ramaahhh banget. Aku jadi iri tapi lebih iri ke karakternya bukan mukanya karena aku pasti nggak bisa memiliki kecantikan seperti dia sih 🀣

    Pada akhirnya, seperti kata Cherrybelle, kamu cantik..cantik..dari hatimu~
    Meskipun muka cantik tapi karakter nihil, sama aja bohong kan 🀣
    Mending karakternya yang cantik tapi muka oke 🀭

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener banget, Li. πŸ’― buat Lia πŸ˜†. Padahal di foto itu mukanya gak kelihatan jelas lho.πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

      Iya juga ya, Li. Percuma iri sama yang cantik. Soalnya aku juga gak bisa jadi secantik mereka. Hehehe.πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

      Delete
  4. Akupun ngerasa hal yg sama mba :). Zaman sekolah itu zaman2 di mana aku ga confident samasekali Ama diriku. Berkulit gelap, pendek, kurus. Apalagi temen2 dulu banyaaak yg cantik2. Memang sih menginjak SMP aku udh mulai PD, Krn kulit sudah agak cerah tp ttp bukan putih yaa. Mungkin Krn mama udh mulai maksain ngelulurin anaknya, trus hrs mulai pake skincare yg sesuai umur. Jd kulit mulai terawat.

    Tapi tetep sih yg namanya PD blm bisa muncul . Soalnya anggapan orang2 msh kalo cantik itu putih. Dan di kelasku ada cewe yg seperti itu hahahahaha. Makin merasa terbanting.

    Aku mulai ngerasa PD saat kuliah di Penang, dan di sana temen2 kuliahku berasal dari macam2 negara, yg kebanyakan india, Bangladesh, china dan timur tengah. Kulit muridnya macem2, dari yg kelam banget, sampe yg pucet. Dari rambut super lurus, sampe rambut gimbal. Tapi mereka semua confident dan dari situ aku tertular. Aku ga mikir lagi cantik itu putih :). LBH fokus ke positif point yg aku punya. Dan bener, inner beauty ga akan hilang. Itu aku pegang teguh juga, supaya bisa makin PD.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wiiiiii, sepertinya asik ya, Mbak Fan, punya temen dari macam-macam negara. Dengan bermacam-macamnya asal negara, warna kulit, bentuk rambut, dan lain sebagainya tentunya membuat pola pikir kita tentang standar cantik ini bergeser. Soalnya bagaimanapun fisiknya, setiap orang selalu punya sisi menariknya masing-masing.πŸ˜†

      Delete
    2. Beneer mba. Ada 1 dosenku yg bener2 mengubah mindset ku ttg arti cantik sih. Dia orang Malaysia tp keturunan India. Cantik bangettt, tapi kulitnya eksotis. Rambut keriting panjang, digerai. Pakai baju selalu kodis. LBH mirip ke artis sih dia drpd dosen :p.

      Tapi cara ngajarnya yg tegas dan asik, trus kliatan banget PD nya, itu bikin aku pengeeeen banget bisa kayak dia. Dia pernah bilang, kita hrs nyaman ama diri sendiri. Kalo ga begitu, gimana mau confident?? Dan itu sih yg jd patokanku. Memang hrs ngerasa nyaman dulu, baru bisa PD :). Giman bisa nyaman? Ya syukuri kondisi yg kita terima skr. Jangan diubah menyimpang dr kodratnya. :D

      Delete
    3. Aku jadi kepo nih sama dosennya Mbak Fanny😍. Beruntung banget pasti bisa bertemu dengan orang yang cantik dengan cara yang berbeda dari kebanyakan orang. Secara gak langsung pasti bisa membuka mata kita kalau kita semua pasti bisa jadi cantik dengan versi kita sendiri-sendiri πŸ₯°

      Delete
  5. lha wong ayu ngene kok bisa bisane bilang ora cantik ki aku sing kudu tepok jidat opo piye yoh hihi, mba roem ki ga cantik mung manis dan enak disawange hihi, e itu mah sama aja dengan cantik yes...sumpeh deh..

    sik taktebak, mba roem jaman esema kok mandan tomboy apa yak hihi

    rambute bondol kayak polwan

    eh kok tadi aku malah ngeklik link gissele anastasia ya, kui sih pas nulis apa ya. senapsaran :D

    etapi bener deng mba roem
    cimon alias cinta monyet kalau bertepuk sebelah tangan emang maknyes sih...pada masanya hihi

    etapi kadang ya iya ding, di kehidupan nyata bermasyarakat seringe yang cantik yang diistimewakan..huihi..ga selalu sih..tapi sering wekekek..

    apapun itu, sekali lagi sih aku ga setuju nek mba roem bilang ga cantik, wong manis ngene loh esemane..
    istilah jawane esemane pait madu ihiw

    ReplyDelete
    Replies
    1. Timakasi, Mbak Nita, sudah dibilang manis. Hehehe. Jadi malu aku, Mbak.πŸ™ˆ

      Iyo e, Mbak. Bener, aku yang tomboy itu. Sekarang masih tomboy, sih. Cuma kan pake hijab, jadi gak kelihatan.πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

      Emang cinta monyet yang bertepuk sebelah tangan itu nyess rasanya, Mbak Nit. Apalagi ditambah kalau doi cinta pertama. Jadi rasanya nyesss yang susah dilupakan. Ngenes banget pokoknya. Tapi gakpapa sih, asal sudah ada gantinya. Muehehehe.

      Ngomong-ngomong aku juga suka kesel tiap kali tau orang cantik selalu diistimewakan. Tapi mau gimana lagi, Mbak Nit. Emang kehidupan sosial dari dulu selalu begitu e. Eh, gak selalu ding. Tapi sering.πŸ™ˆ

      Delete
  6. Setujuuu sekali dengan kalimat akhirnya, Mba Roem. Semua pasti terpancar keluar dari dalam, kalau kita bahagia dan bisa menerima diri apa adanya, pasti lama-lama merasa "cantik" :D

    Permasalahan minder itu pernah aku alami juga, sih. Sejak dulu aku selalu merasa aku cewek biasa-biasa aja. Kalo udah mulai minder, aku nge-list hal-hal yang bikin aku merasa PD. Meski secara fisik aku juga nggak sesuai standar kecantikan, setidaknya aku boleh berbangga dengan apa yang bisa membangun kepercayaan diriku πŸ˜†

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sepertinya banyak juga cewek yang merasakan hal yang sama ya, Mbak Jane. Awal mulanya mungkin gak pede gara-gara merasa menarik secara fisik. Padahal aslinya setiap kita punya daya tarik tersendiri. Ada yang daya tariknya dari fisik, ada juga yang dari otaknya, ada juga yang dari sikapnya. Intinya setiap kita itu menarik, gak ada yang nggak.πŸ˜„

      Ngomong-ngomong kalau Mbak Jane ini juga menarik. Selain pinter, baik, juga cantik.πŸ₯°

      Delete
  7. Aku juga ga cantik, mbak *eh wkwkwk

    Oh ya, body shaming semasa SD aku sering dibully. Sebab badanku agak gembul. Eh skrng, aku udah kurus, jg masih dibully oleh teman2 SD ketika kami bertemu dalam suatu acara "kamu kok jd kurus sekarang"
    Lha, Piye ikii kwwkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah iya. Kan mas Dodo laki-laki, makanya gak cantik, mas. Kalau cantik malah bahaya. πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

      Emang kadang orang gitu, mas. Bahkan bisa-bisa kita sendiri juga secara gak sengaja pernah begitu: basa-basi yang basi banget. Iya niatnya cuma basa-basi, tapi sebenarnya lumayan bikin sakit hati juga. Wis, mending cuekin aja, mas. Biarin mereka komentar apa, yang penting kita happy dengan diri kita sendiri.πŸ˜†

      Delete
    2. Yaa, sepakat mbak. Kalau kita mau dengerin terus apa kata orang, ga habis habis hahaa

      Delete
  8. Wah, menurutku mbak Roem cantik kok, apalagi kalo pakai kerudung.😁

    Tapi memang standar kecantikan menurut orang orang itu kalo orangnya gendut, agak hitam dikit, hidungnya pesek dan jerawatan lagi. Eh πŸ˜‚

    Betul juga, daripada minder mending fokus pada kelebihan diri sendiri mbak, nanti aura kecantikan mbak keluar dan buktinya bisa gaet pacar saat SMA bukan, walaupun akhirnya digaet lagi sama adek kelas.🀭

    Btw, kalo boleh nebak foto di SMA itu, mbak Roem yang ada disebelah depan pakai baju merah kan.πŸ˜€πŸ˜†πŸ€­

    Kaboorrrr

    ReplyDelete
    Replies
    1. Emang yang itu gak cantik sih, mas. Tapi bukan aku juga kali. Kan itu cowok. Hehehe 🀣🀣🀣

      Eh, mas Agus kok main kabur aja. Itu hapenya ketinggalan lho. Apa dijual aja nih enaknya.🀭

      Delete
    2. Eh itu cowok ya, yang fotonya pakai kacamata masker di leher? πŸ€”

      Delete
    3. Entahlah. Pusing aku mas aguuuuus.πŸ˜…πŸ€£

      Delete
    4. Tenang mbak, kalo pusing ada Baygon, obat anti pusing karena begitu minum sebotol tidak akan pernah puyeng lagi karena...πŸ˜‚

      Delete
    5. Waduh, mas. Mending aku pusing aja kalo gituπŸ™ˆπŸ™ˆπŸ™ˆ

      Delete
    6. Ih curang, Poto nya diganti yang pakai masker, diganti sama yang pakai daun pisang.πŸ˜†

      Tapi ngga apa-apa sih, lebih cakepan yang ini.πŸ˜ƒ

      #mudah-mudahan setelah dipuji dikasih pulsa.πŸ˜‚

      Delete
    7. Aku siapa?? Di mana aku sekarang?? #pura-puraamnesia πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

      Delete
  9. Kalau kata banyak orang cantik itu relatif tak ada ukuran bakunya. Kalau menurut saya cantik kalah sama manis, cantik dilihatnya bisa membuat bosan sedang manis tidak dan cantik belum tentu manis. Dan mbak Roem tidak cantik tapi manis..(senyum)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Cieee, mas Kal El bisa saja.🀣

      Delete
    2. Cieee, mas Kal El bisa saja.🀣 (2). Jadi malu aku, mas.πŸ˜‚

      Delete
    3. Atas saya suka niru niru saja nih, ayo bayar pulsa buat kuota sebulan.😁

      Delete
    4. Atas saya itu yang mana ya, mas?πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

      Delete
  10. masing2 orang memang harus meredefinisi cantik menurut masing2 ya mbak.. soalnya kalau menurut standar umum, betapa banyak kita yang nggak masuk standar cantik. Saat ini saya lagi rajin olahraga dan sedikit diet. Bukan karena mengejar standar cantik langsing, tapi karena celana non karet sdh megap2 (boros banget kalo mesti beli celana2 baru hahaha)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener banget, Mbak Lisdha. Kalau ikut standar umum kecantikan memang kebanyakan dari kita gak masuk kategori cantik. Mending buat definisi cantik tersendiri supaya kita gak terus-terusan minder dan mulai bisa mencintai diri sendiriπŸ˜†.

      Delete
  11. Saya sering mbk, kayaknya mulai smp saya tahu yang namanya minder itu gimana. Dari kecil saya suka kluyuran sampai kulit gosong kayak habis digoreng matahariπŸ˜‚ udah item, kurus, pendek pula. Jadinya saya merasa jelek. Tapi saya bahagia karena dikelilingi banyak temen. Sayangnya makin gede rasa minder saya kok makin parah ditambah saya mulai nggak suka banyak omong. Padahal nih ya saya tahu capek banget merasa insecure tuh tapi susah juga untuk nggak insecure.
    Setelah lulus smk baru deh saya agak merasa B aja sama sendiri, walau kadang kumatanπŸ˜‚ tapi saya mau menikmati hidup dan belajar untuk mencintai diri ini😊
    Udahlah saya capek merasa minder terus, saya juga mau melihat kelebihan diri ini.
    Sebagai penutup mbk roem ini manis kayak gula batu lho, apalagi kalau senyum😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yaampun, Mbak Astria. Kita senasib. Masa mudaku juga dipenuhi dengan rasa insecure. Eh, tapi sekarang juga masih muda Ding.🀣

      Tapi iya, Mbak As. Kita sebaiknya memang jangan terlalu berlarut-larut dengan rasa minder. Kalau minder terus malah kelebihan kita gak kelihatan. Kita kan diciptakan gak cuma dengan kekurangan-kekurangan doang, kita juga punya banyak kelebihan.πŸ˜†

      Ih jadi malu aku, Mbak. Mbak Astria juga manis kok, gak cuma wajahnya yang manis, sikapnya pun manis. Sudah tergambar dari caranya menulis.😍

      Delete
  12. aku ga bisa nentuin foto mba roem yang mana waktu SMA itu hehe
    aku kadang juga muncul pemikiran soal standart ini sih mbak, tapi kalau aku nggak sampe pusing mikirin kesana, aku anggap diriku ini sudah menarik dan cantik dari sononya hehehe
    syukuri yang dipunya sekarang termasuk pemberian dari Tuhan
    bikin hepi hidup aja

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gakpapa, Mbak Ainun. Memang wajahnya mirip semua kok.πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…

      Wiiiiii, asik banget, Mbak. Tapi memang sebaiknya seperti itu. Pede aja dan syukuri setiap pemberian dari Tuhan.😊😊

      Delete
  13. aku juga pernah minder, karena aku punya kekurangan fisik. dan gak cuma satu. aku malu banget kalau kekurangan itu dilihat orang (udah pasti dilihat), tapi aku berusaha biasa aja walaupun bohong sebenarnya. terus pas aku ganti kamar asrama (ini ceritanya di asrama dan aku kuliah tinggalnya asrama) , aku ketemu temen toxic yang suka ngomentarin fisik aku bahkan sampe ke pay**ara. banding bandingin punya aku ke mereka dsb.
    gak cuma itu, ada juga hal hal fisik lain yang selalu mereka komentarin padahal itu gak penting. ya memang nggak penting ngomentarin fisik orang, emangnya dapet duit? dapet nobel? abis ngomentarin orang kita jadi sempurna?

    tapi alhamdulillah sekarang lagi corona dan aku back home jadinya nggak sekamar lagi sama orang orang toxic itu. mungkin cuma aku yang berharap corona nggak usah cepet hilang ya, karena jujur aja gamau ketemu sama orang toxic ya Allah :'(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yang kuat ya, FarπŸ’ͺ. Aku tau kalau punya temen toxic itu berat. Apalagi kalau sama-sama seasrama, jadi setiap saat ketemu😭😭😭

      Terkadang aku juga heran sama orang yang suka body shaming itu. Tujuannya apa coba? Dapat uang nggak, malah tambah dosa dan tambah musuh doang. Tapi gakpapa, Far. Kalau menurutku mereka sebenarnya iri sama kamu. Pokok kamu harus kuat, harus pede, gak usah dengerin apa kata merekaπŸ’ͺ. Toh setelah lulus nanti kamu bisa lepas dari mereka. Semoga kamu selalu dikelilingi orang-orang yang sayang kamu ya, FarahπŸ€—

      Delete
  14. Tadinya mo nebak mb Roem yang duduk paling depan di foto atas #eh...

    Sama kita mba, saya juga gak terlahir cantik, bahkan saya hingga sekarang :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau yang depan sih emang gak cantik beneran, Bang. Laki soalnya. Hehehe🀣🀣🀣

      Alhamdulillah, Bang Day gak cantik. Bahaya nanti kalau cantik bisa saling saing sama istri dalam bidang kecantikan dong, Bang.πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

      Delete
  15. Menurutku nggak selamanya orang suka dengan cewek cantik . Untuk apa ya ada cewek yang punya kriteria tinggi, langsing putuh, mancung tapi berhati jahat? Pasti nggak ada yang suka nggak ada yang mau berteman dengan cewek seperti itu. Benar mbak, yang penting itu adalh inner beauty yang terpancar dari dalam diri seseorang, bila hati seseorang itu baik, bersih, tulus, setia, nggak suka ngebully orang , ramah utu baru oke disenangi oleh banyak orang.
    Mbak Roem ini inner beauty nya terpancar keluar, sehingga terlihat bahagia.
    Menurutku mbak Roem itu manis jowo kayak gulo aren..
    Met berbahagia dengan keluarga dan suami..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin. Terimakasih doanya ya, Mbak. Semoga Mbak juga selalu diberi kebahagiaan dan dikelilingi sama orang yang sayang Mbak Justcherry yaaaaa.πŸ€—

      Aku setuju banget, Mbak. Cantik memang bukan segalanya. Percuma cantik kalau kepribadiannya gak bagus. Tapi kalau ada yang cantik fisik dan cantik hati, aku salut banget sama orang yang kyk gitu.πŸ₯°

      Delete
  16. pas sma itu foto mba roem yg ga kudungan bukan yaaa?

    Aku heran ketika orang2 di kampung ketemu aku yg sekarang. mereka bilang ih skrg mh putihan ya, dulu pas kecil udah item, kumel, nggak keurus lagi. Ya ampun dibilangin kayak ngerasa ga dipuji sih, tapi perbandingannya yg bikin aku agak melongo, haha. emang ya ukuran cantik dengan kulit putih itu masih stigma banget.

    Mba, aku malah suka tuh sama titik di dekat hidungnya. itu originalitasnya mba roem banget, hihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak. Jadi ketahuan deh, aku zaman SMA belum hijrah. HeheheπŸ˜”

      Emang orang kadang kalau ngomong nggak dipikir dulu ya, Mbak Ghin. Jadi terkesan nggak memuji, malah ngolok-ngolok itu, sih. Coba bilangnya cuma: "wiiiii, sekarang tambah cantik deh". Kan lebih enak didengar🀭

      Wah, terimakasih lho, Mbak Ghin πŸ˜„. Dulu aku sempat minder banget dan kepikiran aku hilangin aja ini tahi lalat.😒

      Delete
  17. Baiklah Roem, dirimu memang nggak cantik.
    Dirimu cuman uaaaayuuuu wakakakakaka

    Dirimu itu manis, nggak ada samanya, limited edition.
    Kurang apa lagi cobak? hahahaha

    Jujur, kalau saya liat orang putih, mancung, tinggi, langsing, pasti saya berkata, duh cantiknya orang itu ya.

    Tapi saya juga kalau liat kaca selalu bilang.
    Duuhh kamu cantik banget sih Rey!

    Masa dirimu kalah ama mamak narsis ini Roem? hahahaha

    Semangaaatt...
    Roem memang gak terlahir cantik, tapi Roem terlahir uayuuu tenan plus manis, titik nggak pakai koma :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Timakasiiiii, Mbak Rey. Duh, aku jadi terharu bacanya πŸ€—. Jadi makin semangat deh, aku buat beli skincare, Mbak. Siapa tau bisa makin ayu tenanan🀭

      Delete
  18. Halo Mba Roem,

    cantik itu emang dari inner beauty, bukan tampak mata saja. Kamu cantik apapun yang ada di dirimu ko. Aku pun kadang juga ngerasa minder, kok ga langsing dan tinggi ya. Kadang masih body shaming sama diri sendiri dan ngatain kalau gendut. Cuma bersyukur sama tubuh ini sih. Jadi mari nikmatin dan bersyukur sama diri sendiri. Aku pun juga masih proses belajar untuk menerima dan tidak menjelekkan diri sendiri.

    Semangat Mba!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak Devinaaaaaa πŸ’ͺ. Langkah awal untuk bisa dihargai orang lain adalah menghargai diri sendiri. Jadi yang paling penting adalah mencintai diri sendiri terlebih dahulu sebelum menuntut dicintai orang lain. Dan bagaimana bisa mencintai diri sendiri kalau kita masih suka body shaming diri sendiri πŸ™ˆ. Aku setuju banget kalau kita-kita harus berhenti body shaming diri sendiri. 😍

      Delete

Komentar akan dimoderasi. Jadi mohon maaf sekali apabila komentar yang tidak sopan, mengandung kata kasar, menyinggung SARA, spam, dan yang berisi link hidup terpaksa tidak saya terbitkan. Terima kasih sudah mampir dan berkomentar.πŸ˜„