Sidoarjo#1: Kepiting Cak Gundul - Cita Rasa Kepiting Nikmat dari Pandaan

By Roem Widianto - May 21, 2019



Bagi pecinta kepiting pasti gak asing, deh, dengan nama resto ini. Yup, Kepiting Cak Gundul.  Ini merupakan resto yang menyajikan olahan kepiting dengan cita rasa mantab yang berpusat di daerah Pandaan, Jawa Timur. Satu lagi yang membuat resto ini terkenal adalah harganya yang menguras kantong. Hohoho. Hayoooo, berani gak coba makan di sini?

Seperti yang aku bilang sebelumnya, Kepiting Cak Gundul terkenal dengan harga yang sedikit lebih mahal daripada resto lain yang menyajikan menu yang sama. Tapi anehnya, sudah tau dengan fakta itu kok aku pengen banget nyobain makan di resto ini (mungkin juga efek ngidam). Berhubung utun yang ada di perutku pengen banget cobain makan kepitingnya Cak Gundul, berangkat lah aku bersama Mas Mecha ke resto yang dimaksud. Bukan ke pusatnya yang Pandaan, melainkan ke cabangnya yang ada di Sidoarjo.

Aku berangkat ke sana usai shalat Magrib sekalian batalkan puasa dulu karena takut gak kuat perjalanan naik motor. Sekitar 45 menit kemudian kami sampai di tempat yang dituju. Sampai di sana kami langsung menuju konter untuk pesan makanan. Kami disuguhkan dengan berbagai macam jenis olahan kepiting, seperti Super Jumbo, Super, Full Jumbo, Telur Tanggung, TGT, TGB, TGC. Yang aku bingung tuh 3 menu terakhir itu. Lalu aku tanya ke mbak yang jaga konter. 

Aku: "Apaan tuh mbak, TGB?"
Mbak jaga konter: "Tanggung Besar, mbak. Tinggal itu aja yang masih ada. Lainnya sudah habis."

Menu Kepiting Cak Gundul cabang Sidoarjo per Mei 2019 (doc pribadi)

Wedew, jam setengah 7 sore aja udah habis semua menu kepitingnya, tinggal satu menu doang. Mungkin udah disikat sama orang-orang yang bukber di sini. Maklum, kami datang pas orang-orang yang bukber sudah selesai makan. 😂

Okelah kalau begitu, kami ambil menu TGB ini, nasi, terong penyet dan es cincau. Untuk bumbu kepitingnya aku pilih asam manis dengan tingkat kepedasan yang sedang.

Yang dinanti-nanti pun tiba. Si kepiting tanggung besar 2 ekor pun berdiam manis di depanku. Wow, ternyata menu 150ribuan ini lumayan banget porsinya. Kalau untuk makan dua orang mah bikin kenyang. Hehehe.

Kepiting Tanggung Besar (doc pribadi)

Pertama-tama yang aku coba adalah bumbunya. Dan ternyata rasa bumbu asam manisnya benar-benar maknyus. Benar-benar kaya rasa. Manis dan gurihnya berasa banget, diperkaya dengan rasa sedikit masam membuat lidah gak pengen berhenti makan. Pedesnya juga sesuai dengan permintaan. Saking nikmatnya si bumbu, bumbu dimakan pakai nasi aja udah enak. Sementara kepitingnya sungguh-sungguh menyenangkan hati, kawan-kawan. Biasanya kan makan kepiting cuman gede cangkangnya doang, dagingnya sedikit, kalau ini dagingnya banyak. Puas banget kami makan di sini. Makan yang tanggung besar aja sampai perut membludak, apalagi menu yang lain, jumbo misalnya. Waduuuuuuuh..

Ternyata eh ternyata, emang bener dah kata orang-orang. Kepiting Cak Gundul memang maknyus banget. Bumbunya enak, kepitingnya gede dan dagingnya banyak. Dengan harga yang dipatok sih menurutku tidak terlalu mahal, mengingat harga kepiting emang lebih mahal daripada seafood lainnya. Toh memang Kepiting Cak Gundul lebih plus-plus dibanding kepiting olahan resto yang pernah aku samperin. Gak rugi dah, jauh-jauh ke Sidoarjo kota demi makan kepiting.

Note:
  1. Harga di menu belum termasuk PPN 10%.
  2. Untuk 2 orang lebih baik memilih menu TGT (Tanggung Telur), TGB (Tanggung Besar), atau TGK (Tanggung Kecil). Karena untuk menu kepiting yang lain (Super Jumbo, Super, Full Jumbo, Telur Tanggung) porsinya gede banget, dan lebih sesuai buat pengunjung yang rombongan (mungkin 3-5 orang). Takutnya bayar mahal, makanan kebanyakan, terus gak habis. Kan sayang. 😂

  • Share:

You Might Also Like

4 komentar

  1. Sering tertarik pengen nyobain nih, ujung-ujungnya beli kepiting mentah lalu masak sendiri hahaha, saya kurang suka kepiting yang penuh bumbu, lebih suka dimasak biasa gitu kasih garam, jeruk nipis, bawang putih, terus di cocol sambal deh, enyaakkkk :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, aku malah gak bisa masak kepiting sama sekali, Mbak Rey. Makanya setiap kali pengen makan kepiting lebih memilih untuk beli. Harus belajar masak di Mbak Rey nih, biar bisa hemat.😄

      Delete
    2. Liat postingan ini lagi, jadi pengen makan kepiting lagi hahaha.
      Saya masak sendiri karena memang terbiasa makan kepiting itu nggak pakai bumbu sih, kalau orang-orang kan biasanya makan kepiting yang bumbunya banyak.

      waktu kami kecil dulu, mama sering beli seafood, tapi karena beliau ngga pibter masak, cuman direbus doang trus dicocol sambal, kebawa deh kami sampai gede hahaha

      Delete
    3. Kalau di tempat tinggalku dulu gak ada yang jualan kepiting segar, Mbak Rey. Jadi kalau lagi pengen makan kepiting harus beli di kedai seafood.

      Setelah merantau, pernah nemu pasar seafood yang jualan kepiting segar. Tapi karena sama sekali gak pernah masak kepiting, gak tau cara bersihkan kepiting, jadi gak berani beli. Hehehe.

      Delete

Komentar akan dimoderasi. Jadi mohon maaf sekali apabila komentar yang tidak sopan, mengandung kata kasar, menyinggung SARA, spam, dan yang berisi link hidup terpaksa tidak saya terbitkan. Terima kasih sudah mampir dan berkomentar.😄