Tips Usir Bosan Saat Di Rumah Aja Ala Roem Widianto

by - April 27, 2020

tips betah di rumah

Assalamu'alaikum.

Sudah berapa hari nih kita di rumah aja? Saking lamanya sampai aku sudah males hitung hari lagi. Bahkan sampai aku lupa sekarang sudah hari apa. Hehehe.

Ngomong-ngomong, sekian lama di rumah aja sudah membuat kalian bosan belum? Kalau aku awal-awal sih bosan. Padahal aku di rumah gak cuma rebahan aja lho, rek. Tetap masak, tetap bebersih, tetap cuci baju, tetap ngurus suami, tetap ngurus keuangan sehari-hari, tetap nulis, tetap sesibuk ibu rumah tangga lainnya tapi kok bosan tetap saja datang menghampiri. Kalian gitu gak sih, rek? Apa cuma aku doang..

Kalau dipikir-pikir, mungkin bosan ini datang karena aku melakukan hal-hal yang sama selama di rumah aja. Mungkin juga karena tidak ada distraksi dalam rutinitasku itu. Kalau dulu kan bisa terdistraksi dengan jalan-jalan ke luar. Nah, sekarang kan gak bisa jalan-jalan ke luar. Ada Corona. Apalagi sekarang sudah PSBB. Eh, belum ding, PSBB nya kalau di sini baru dimulai besok. Hehehe.


Tapi Alhamdulillah sekarang sudah gak bosan berlarut-larut lagi. Karena mungkin aku sudah menemukan hal-hal yang bisa mengalihkan pikiranku dari semua rutinitasku yang monoton. Kurang lebih inilah beberapa hal yang bisa mengusir bosan yang ada dalam diriku.

Baca Buku
Aku bersyukur banget, di tengah-tengah kebosananku ada yang berbaik hati memberikanku novel secara gratis. Ngomong-ngomong ini yang ngasih novel adalah Mbak Einid Shandy, adminnya duniamelihatku.com. Kapan-kapan coba, deh mampir ke blognya Mbak Einid. Di sana banyak review buku buat referensi sebelum beli buku. Hehehe.

pexels/Lisa Fotios
Nah, setelah mendapatkan novel itu aku menemukan keasyikan tersendiri saat membaca. Seolah aku masuk dalam buku itu dan menikmati segala petualangan yang ada di dalamnya. Sebenarnya dari kecil memang aku suka membaca, tapi entah kenapa aku lupa melakukan kebiasaan menyenangkan ini.

Setelah beberapa hari keasyikan membaca buku itu, aku lanjut menambah koleksi literasi lagi. Untung ada teman yang beri info kalau lagi ada promo gede-gedean di toko buku tempatnya bekerja. Langsung borong deh. Tenang, belinya lewat chat wa doang. Sedangkan barangnya dikirim pakai jasa ekspedisi. Jadi aku bisa borong buku tanpa harus melanggar himbauan pemerintah untuk di rumah aja. Sekarang koleksi literasi sudah menumpuk, tinggal menunggu untuk dibaca.


Merawat Diri
Merawat diri selain bagus untuk menjaga penampilan juga bisa mengurangi stress dan membuat diri lebih rileks. Gak usah pakai produk skincare atau body care yang mahal kok. Kalian bisa menemukan banyak produk-produk skincare dan body care yang harganya terjangkau di toko atau minimarket terdekat. 

pexels/Breakingpic

Eh, merawat diri ini gak cuma bisa dilakukan untuk perempuan aja, lho rek. Laki-laki juga boleh banget untuk mencoba. Kalian yang laki-laki sudah cobain merawat diri, belum? Bisa mengurangi stress, pikiran jadi rileks, dan bosan juga bisa sedikit berkurang, lho.

Belajar
Tidak ada kata terlambat dalam hal menimba ilmu. Lagian zaman sekarang menimba ilmu bisa di mana aja kok. Kan ada smartphone. Sekarang banyak aplikasi yang mendukung kita untuk belajar lagi. 

pexels/picjumbo.com
Ngomong-ngomong masalah belajar, sekarang aku balik belajar bahasa Inggris lagi. Cemen banget, ya. Di saat anak balita zaman now sudah banyak yang mahir berbahasa Inggris, eh aku yang udah emak-emak ini baru memulai belajar. Hehehe. Tapi gapapa. Kan tadi katanya tidak ada kata terlambat untuk menimba ilmu.🀭

Main Game
Ini adalah salah satu hal yang membuatku bersyukur dengan diciptakannya smartphone. Dulu waktu aku masih kecil, yang bisa main game cuma anak orang kaya doang. Dulu main game harus pakai video game console yang harganya bikin geleng-geleng kepala. Kalau pun gak punya console, tetap bisa main cuma harus bayar alias sewa di tempat sewa PS. Ujung-ujungnya uang juga. Enak kalau orang tuanya royal, kalau orang tuanya irit ya susah juga anggaran main game nya turun.

pexels/Brata Dudova
Sekarang semuanya ada di genggaman jari. Tinggal pilih pengen game online atau yang offline. Mainnya gak melulu harus di depan monitor televisi, kok. Kita buang hajat pun sekarang bisa sambil main game. Benar-benar cemerlang sekali temuan smartphone ini. Sungguh membantu menghilangkan rasa bosan di tengah masa pandemi, bukan?


Tapi ngomong-ngomong gak cuma game smartphone lho, yang asyik. Main game macam monopoli, ular tangga, uno, dan sebagainya juga lebih asyik lagi. Bosan hilang, keakraban dengan pasangan dan buah hati pun makin meningkat.

Bernyanyi
Bernyanyi adalah hobiku sejak kecil, selain membaca tentunya. Skill menyanyiku ini sudah tidak perlu dipertanyakan lagi. Hancur banget. Tapi yang namanya menyanyi kan gak perlu punya suara yang bagus. Yang penting suara bisa keluar aja, walaupun keluarnya juga ngasal. Kalau ingin suara serasa terdengar lebih bagus, bisa coba nyanyi dalam kamar mandi supaya efek echo nya dapat. Hehehe.

pexels/Mann Quang
Atau bisa juga bernyanyi bersama penyanyi idola. Caranya dengan memutar lagu favorit, lalu ikutan nyanyi, deh. Kan berasa duet bareng penyanyi idola, tuh. Kalau aku lebih suka menyanyi diiringi gitar. Aku yang nyanyi, suami yang main gitar. Aku asik nyanyi sesuka hati, suami yang sambat (Jawa: mengeluh) dalam hati karena "keindahan" suara sang istri yang tiada tara yang semakin diperindah dengan fals di sana-sini. Mau sambat langsung juga suami gak berani, takut istrinya sedih. Moga aja telinga suamiku selalu diberkahi kesehatan oleh Allah. Aamiin.


Menulis
Semenjak memiliki blog, memang terkadang aku iseng-iseng menulis untuk mengisi blog itu. Paling tidak aku bisa post satu artikel dalam satu minggu sudah prestasi banget. Soalnya memang aku ini pemula banget di dunia tulis menulis. Nungguin ide datang, tapi kok gak datang-datang. Sekalinya ide datang, eh lha kok malas melanda. Jadi gak nulis lagi, deh. Hehehe.

pexels/pixabay
Tapi kali ini beda. Dengan iming-iming hadiah hiburan buku untuk sepuluh orang yang beruntung, aku terpacu untuk ikutan challenge yang diadakan oleh Blogger Perempuan (iya, aku lebih tertarik hadiah hiburannya daripada hadiah utamanyaπŸ˜‚). 30 hari one day one post (ODOP). Gila gak, tuh. Kalau bagi sebagian besar mastah di dunia per-blog-an sih sudah biasa melakukan ODOP. Lha tapi kalau bagi seonggok daging macam aku ini sungguh luar biasa sekali kalau bisa tuntaskan challenge macam itu. Untung sudah ditentukan tema apa yang harus dibahas di setiap harinya. Tapi buatku sih tetap berat juga, soalnya otak suka seret buat mikir. Tiap kali terlalu keras berpikir rasanya otak ini jadi kopong.πŸ™ˆ

Tapi walaupun lumayan berat untuk dilakukan, challenge ini nyatanya yang paling efektif menghilangkan rasa bosan yang aku rasakan. Gimana sempat merasa bosan, wong setiap masak, setiap cuci baju, setiap mandi, setiap melakukan apa pun kepikiran harus nulis apa hari ini. Otak rasanya terus dipaksa berpikir sehingga tidak sempat merasa bosan sebentar saja.


Sebenarnya untuk menghilangkan rasa bosan masih banyak lagi sih tipsnya. Seperti bebersih rumah dan mencoba memasak resep baru. Tapi dua hal itu gak bisa mengusir rasa bosanku saat di rumah aja. Kan tiap hari aku sudah bebersih dan memasak. Coba-coba resep baru juga sudah aku lakukan beberapa kali dalam seminggu. Maklum, ibu rumah tangga. Jadi yang bisa bikin gak bosan ya yang di luar job desc nya ibu rumah tangga. Hehehe.

Kalau tips untuk mengusir bosan saat di rumah aja versi kalian apa? Share di kolom komentar dong. Siapa tau bisa jadi rekomendasi buatku supaya bosannya gak balik-balik lagi.

Wassalamu'alaikum.

You May Also Like

18 komentar

  1. selain baca buku, atau blogwalking, saya suka nonton film, kak. nonton film "Lacasa de papel" atau money heist. Tapi belum beres sampe sekarang, karena episodenya panjang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, boleh juga nih dicoba. Saat di rumah aja ini aku cuma nonton tv aja. Streaming film kyknya seru.πŸ˜†

      Delete
    2. asli seru banget nonton film, apalagi film komedi yang bisa bikin ketawa terus.

      Delete
    3. Jadi makin kepo nih aku sama film nya, mas. Tak beli kuota dulu deh, biar streaming nya lancar.🀭

      Delete
    4. Masih puasa mas, belum berani ngemil. Takut batal.πŸ˜‚

      Delete
  2. Wwwkkkk .. yo ojo terlalu diperes otak kita dong, kaaak .., ntar bisa bikin kopong tenanan πŸ˜‚πŸ€­
    Nulis itu menurutku paling enak timingnya kalo kita ngga dikejar-kejar dengan kegiatan lain yang juga bersamaan waktunya untuk diselesaikan.

    Biasanya aku menulis, nyanyi-nyanyi kecil juga olahraga ringan buat ngilangin jenuh berdiam diri dirumah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Manggilnya harusnya Mbah mas Himawan, soalnya kan sudah punya suami.🀭

      Delete
    2. @mas Himawan: iya, nih, mas. Takut juga aku kalau otakku kopong tenanan. Tapi jiwa kompetitifku bergejolak jadi tetep aja termotivasi menyelesaikan challenge. πŸ˜‚

      @Mas Agus: Mbah terlalu sepuh. Panggil aku bulikπŸ˜‚

      Delete
  3. Wa'alaikumsalam

    Cuma mau nanya kalau game offline yang bagus itu apa ya? (Nyengir)

    Sama, saya juga selama di rumah aja sampai lupa hari (hari aja yang sedikit sampai lupa apalagi tanggal yang lebih banyak lebih lupa lagi.hihihi) kalau biasanya kan ada hari libur dan hari Jum'at yang ditandakan dengan sholat Jum'at dan besoknya libur (Sabtu dan Minggu) dan sekarang semua sama aja hari Jum'at tak seperti hari Jum'at yang akhirnya jadi lupa dengan hari. (entah sampai kapan seperti ini dan rasa bosan pun sudah mulai mengakar..hiks)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Zona chacheng ia the best, mas. Udah pernah cobain belum?πŸ˜‚

      Sama, mas. Aku juga jadi suka lupa hari. Tapi sayangnya aku bukan laki-laki jadi gak pernah tau sensasinya setiap hari Jumat seperti apa. Soalnya dari dulu aku sudah berasa semua hari sama🀭. Semoga pandeminya segera berakhir ya, mas. Supaya kita semua bisa beraktivitas seperti sebelumnya.

      Delete
  4. Pantesan aku heran, biasanya OMOP (One Month one post) kok sekarang rajin amat buat post tiap hari. Ternyata ikut challenge ODOP (one don-juan one perempuan.πŸ˜‚)

    Asyik juga tuh hadiah hiburannya jalan jalan ke Korea, siapa tahu nanti ketemu Kim Jong Un ya dan bisa foto selfi bareng.

    Semoga menang ya mbak.😊

    ReplyDelete
    Replies
    1. Idih, kalau aku anti sama Don Juan-Don Juan an. Buat mas Agus aja tuh Don Juan. Atau jangan-jangan mas Agus tergolong Don Juan?πŸ˜‚

      Kim Jong Un tampilannya unyu-unyu sih, mas. Tapi kok ngeri, ya. Mas Agus mau Selfi sama doi? Siapa tau bisa tambah terkenal lho, mas.

      Aamiin. Terimakasih doanya, mas. Kalau aku bisa konsisten sampai 30 hari itu sudah luar biasa banget.🀭

      Delete
    2. Emang Don Juan itu apa sih mbak, apa sejenis makanan kayak klepon gitu ya.😱

      Ngga mudah menulis tiap hari biarpun ada waktu. Puyeng otaknya makanya saya ngga pernah ikut kayak gituan, Cemen banget ya.πŸ˜‚

      Delete
    3. Don Juan mungkin masih seduluran sama Khong Guan kali ya, mas. πŸ˜‚

      Kalau nulis ecek-ecek kyk tulisanku gini sepertinya gak susah-susah amat, mas. Akunya aja yang kurang kreatif, jadinya kesulitan. Tapi kalau bikin cerpen kyknya beneran susah, mas. Sampai sekarang pun aku masih belum bisa bikin cerpen sendiri. Makanya aku salut banget sama yang jago bikin cerpen kyk mas Agus sama mas satria.

      Delete
  5. Semangat mba Roem menulis ODOP-nya :D kalau saya mungkin nggak akan sanggup, karena menulis hanya mengikuti mood belaka. Rajin ya rajin, malas ya malas :)) *nggak patut diandalkan* hehehehe.

    By the way, ada satu game yang sudah lama saya mainkan di handphone saya meski nggak setiap hari memainkannya alias saat sedang ingin saja, tapi game ini paling lama di handphone saya sampai level saya pun sudah hampir 1000 :D nama gamenya Jewel Legend ahahaha, mirip sama foto game di atas, nggak jauh-jauh dari mecah-mecahin batu yang sesuai warnanya :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebenarnya aku malah lebih parah dari Mbak Eno lho. Sebulan sekali kalau bisa post artikel udah bagus banget. Karena sebenarnya aku ini gak jago nulis sama sekali. Cari ide buat nulis tuh susah banget. Entah aku kerasukan apa ini kok berani-beraninya ikut-ikutan ODOP segala.πŸ˜‚

      Wah, seleranya Mbak Eno samaan sama suamiku. Kalau yang dimainkan suamiku persis sama yang digambar itu, Mbak. Dia malah sudah di atas level 2100 sekarang.🀭

      Delete

Komentar akan dimoderasi. Jadi mohon maaf sekali apabila komentar yang tidak sopan, mengandung kata kasar, menyinggung SARA, spam, dan yang berisi link hidup terpaksa tidak saya terbitkan. Terima kasih sudah mampir dan berkomentar.πŸ˜„