Skincare Abal-Abal Laknat!

by - November 07, 2020

 

Skincare Abal-Abal Laknat
Assalamu'alaikum.


'Jadi perempuan itu harus cantik kalau mau diperlakukan istimewa sama orang lain.'

'Perempuan harus cantik dan pintar merawat diri biar gak susah dapat jodoh.'

'Minimal perempuan harus bisa kelihatan menarik supaya bisa gampang dapat pekerjaan yang layak.'

Bheeeeeuh. Susah banget, ya, jadi perempuan supaya bisa diistimewakan di tengah kehidupan bermasyarakat. Ternyata bagi sebagian orang, perempuan punya otak encer dan hati selembut sutra doang gak cukup πŸ™ˆ. 

Sebenarnya aku percaya bagaimana pun tampilan fisik seorang perempuan, pasti tetap ada yang menerima dan sayang sama mereka apa adanya. Tapi nyatanya banyak yang gak sepemikiran denganku. Banyak banget perempuan yang tidak bahagia dengan penampilan fisik mereka. Mereka ingin lebih 'cantik' supaya istimewa. 'Cantik' di sini tentunya yang sesuai dengan standar kecantikan yang digembor-gemborkan media masa itu. Apalagi kalau bukan: tinggi, langsing, mancung dan putih.

Masalahnya adalah perempuan Indonesia ini mayoritas terlahir dengan kulit yang gak putih. Sedangkan banyak di antara mereka berpendapat kalau cantik itu ya harus putih. Jadi bisa dibilang kalau kebanyakan dari mereka berpikir bahwa 'mereka gak cantik, lha wong putih aja nggak'. Nah, karena permasalahan itulah akhirnya muncullah sebuah solusi yang diciptakan oleh para manusia bejat yang disebut-sebut sebagai skincare abal-abal.


Skincare Abal-Abal

Pexels/Vie Studio
'Abal-abal' bukanlah nama skincare nya. Jadi kalau kalian search di google, gak mungkin ditemukan skincare dengan merek bernama 'abal-abal'. Namanya ya terserah yang bikin skincare abal-abal itu. Lagian mana ada yang bikin nama brand atau produknya sendiri 'abal-abal'. Bisa gagal laris kalau begitu sih. 🀣

Yang bikin dia disebut abal-abal adalah karena dia gak punya ijin edar dan bahan komposisi dari skincare nya gak jelas. Walaupun penuh dengan ketidakjelasan, tapi skincare abal-abal ini banyak sekali peminatnya. 

Alasan kenapa banyak yang minat dengan skincare abal-abal adalah karena skincare abal-abal ini menjanjikan bisa membuat kulit menjadi putih secara instan. Bayangkan, rek, kulit kecokelatan hasil turun temurun dari nenek moyang bisa jadi auto putih, lho 😱. Sungguh menggiurkan sekali, bukan? Makanya gak heran kalau banyak orang yang pakai skincare abal-abal laknat ini.πŸ™

Resiko Menggunakan Skincare Abal-abal

Pexels/cottonbro
Kalian pernah kepikiran gak sih, rek, kenapa skincare abal-abal ini gak punya ijin edar?

Tentu alasannya tidak lain dan tidak bukan adalah karena komposisinya. Komposisinya itu lho, gak aman banget buat kulit bahkan buat tubuh kita. Jadi pembuat skincare abal-abal ini gak mungkin berani mengurus ijin edar. Dan kalaupun mereka dengan tololnya berani mengurus ijin edar, mereka bisa langsung dicekal. Alih-alih jadi kaya raya karena produknya legal dipasarkan di mana-mana, malah jadi auto masuk penjara.πŸ˜…

Salah satu bahan yang yang paling kondang dipakai di kebanyakan skincare abal-abal adalah merkuri. Itu karena merkuri ini terbukti bisa memutihkan kulit secara instan dengan cara menghambat pembentukan melanin.  Memang nampak mulia sekali kinerja merkuri ini. Padahal sebenarnya dia ini benar-benar bahan yang kejamnya nauzubillah min zalik.😱

Merkuri memiliki sifat korosif yang bisa mengikis lapisan kulit sehingga menjadi lebih tipis. Kalau lapisan kulit jadi tipis, maka kulit juga menjadi lebih sensitif dan mudah iritasi. Lebih parahnya lagi kalau sudah tipis, produksi melanin berkurang, perlindungan kulit untuk menangkal efek buruk sinar matahari pun juga berkurang. Kalau sudah begitu, resiko terkena kanker kulit pun menjadi lebih tinggi. Eh, tapi merkuri sendiri sudah karsinogenik, sih. Jadi resiko terkena kanker kulit jadi super duper tinggi sekali.

Gak hanya itu, rek. Merkuri ini dapat dengan mudah diserap kulit dan masuk ke dalam aliran darah. Setelah masuk ke dalam tubuh lewat aliran darah inilah dia bisa mengganggu berbagai organ tubuh kita seperti otak, jantung, ginjal, liver, paru-paru, hingga kekebalan tubuh. Kalau paparan merkuri dalam tubuh sudah tinggi, saluran pencernaan, sistem saraf, liver dan ginjal bisa sampai jadi rusak. Sedangkan kalau yang terpapar adalah ibu yang lagi hamil, merkuri bisa menyebabkan kecacatan pada janin dan juga keguguran. Duh, sungguh betapa mengerikannya merkuri iniiiiii 😱. Dia laknat sekali, kan, rek??

Skincare Abal-Abal Sungguh Laknat Sekali

Sebelumnya, aku minta maaf sebesar-besarnya karena sepertinya banyak banget kata kasar yang ada di tulisanku kali ini. Mau gimana lagi, rek. Aku benci banget sama yang namanya skincare abal-abal yang laknat ini. Itu karena dia PHP banget, sedangkan aku paling gak suka sama orang yang PHP (*nah lho, apaan sih ini? πŸ˜…). Janjinya bikin kulit jadi auto putih, tapi nyatanya malah secara perlahan merusak kulit bahkan organ tubuh pemakainya. Dasar serigala berbulu domba!

Yang bikin aku makin gak suka sama skincare abal-abal adalah ada beberapa orang di sekitarku yang menjadi korban skincare abal-abal ini. Orang pertama adalah ibuku. Aku ingat ibuku pernah mencoba skincare abal-abal dulu waktu aku masih remaja. Alasannya adalah gara-gara ibuku diiming-imingi teman-temannya yang punya kulit putih nan mulus. Nah, kata mereka, rahasia kulitnya supaya bisa jadi putih, glowing, shining, shimmering, splendid ini ialah dengan menggunakan si skincare abal-abal laknat itu. Siapa sih, yang gak pengen jadi putih mulus gitu? Dan begitulah akhirnya ibuku terjerumus ke dalam lembah hitam rayuan benda laknat itu.

Tapi hubungan kasih antara ibuku dan benda laknat itu tidaklah lama. Hanya beberapa hari menggunakan skincare abal-abal, kulit wajah ibuku sudah mengelupas, merah dan nyaris melepuh. Beliau mengeluh wajahnya jadi terasa perih seperti terbakar. Dan untuk memulihkan wajah ibuku supaya kembali seperti semula tidaklah sebentar. Kira-kira beliau butuh waktu berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan untuk menghilangkan kemerahan dan rasa sakit di kulitnya.

Ibuku memang apes, gara-gara gak cocok sama skincare abal-abal ini. Tapi apakah yang cocok dengan skincare abal-abal ini bisa disebut gak apes?

Pexels/cottonbro
Ada seorang tetanggaku, dia punya selisih usia 5 tahun di atasku. Dia anaknya baik, ramah, dan sopan. Tapi sayangnya dia kurang pede dengan penampilannya sendiri. Yang bikin dia kurang pede adalah orang di sekitarnya dan bahkan orang tuanya yang bilang kalau cantik itu harus putih, sementara dia punya kulit yang cokelat sedikit gelap. 

Dulu saat aku masih kelas 1 SD, aku pernah bermain ke rumahnya dan menemukan si dia sedang pakai krim yang dikemas dalam sebuah jar. Waktu aku tanya dia pakai apa, dia cuma bilang kalau dia sedang pakai krim supaya putih. Ada yang dipakai di pagi, ada yang dipakai di malam hari. Waktu aku minta dipakaikan, katanya gak boleh karena aku masih terlalu kecil. Padahal dia pakai 'itu' saat dia kelas 6 SD. Menurutku sih masih bisa dibilang kecil juga.πŸ˜…

Beberapa tahun kemudian, tepatnya saat ibuku jadi korban skincare abal-abal, aku baru sadar kalau yang dipakai tetanggaku itu ternyata skincare abal-abal juga. Karena produk yang dipakainya sama dengan yang dipakai ibuku. Tapi berbeda dengan ibuku, dia cocok-cocok aja. Malah kulitnya terlihat putih dan mulus bahkan sampai pori-porinya gak kelihatan.πŸ™ˆ

Apakah tetanggaku beruntung? Menurutku nggak juga. Saat usia 15 tahun dia sudah dirawat karena penyakit liver. Lalu saat usianya sekitar 23 atau 24 tahun, dia harus dirawat di rumah sakit lagi karena penyakit yang sama. Menurutku terkena penyakit liver saat usia masih di bawah 25 tahun bukanlah prestasi yang patut dibanggakan πŸ˜”. Dan karena itulah aku anti banget sama yang namanya skincare abal-abal, bagaimanapun kepinginnya aku punya kulit putih saat masih remaja dulu.

Aku membagi cerita ini bukannya untuk julidin orang-orang terdekatku yang apesnya jadi korban skincare abal-abal, rek. Melainkan aku ingin kita sama-sama tau kalau skincare abal-abal itu bukan main bahayanya. Gak cuma kulit aja yang bisa rusak, organ tubuh pun bisa dirusaknya. Dan kalau organ tubuh sudah rusak, maka resikonya bisa sampai menjadi kematian. Mengancam nyawa lho, ini.😫

Gak putih gakpapa daripada kulit rusak ataupun sakit berat, rek. Kita bisa jadi cantik dengan versi kita sendiri walaupun kulit kita gak putih. Tapi kalau kulit atau organ tubuh kita sudah rusak, kita bisa apa...(?)

Jadi masih tergiur punya kulit putih dengan cara pakai skincare abal-abal?

Wassalamu'alaikum.

You May Also Like

32 komentar

  1. Setuju mba Roem,

    Gara-gara standar kecantikan itu, banyak yang berlomba-lomba ingin putih dan akhirnya kemakan iklan dari skincare abal-abal. Which is biasanya dijual dengan harga murah meriah. Phft.. Menurut saya, kalau mau putih (dalam hal ini lebih ke bersih soalnya kalau dari lahir sudah cokelat, akan sulit untuk jadi putih), lebih baik rajin bersihkan wajah, pakai lotion, dan produk bermutu lainnya. Iya mungkin nggak jadi seputih kulit bule atau orang Asia Timur, tapi seenggaknya looks cleaner than before hehehehe :D

    Dan semoga, semakin ke sini semakin banyak yang paham bahwa cantik itu nggak selalu harus putih, even foreigners banyak yang berlomba punya kulit TAN sampai harus bayar mahal demi perawatan. Masalahnya tanning itu lebih mudah daripada memutihkan kulit kita, jadi daripada fokus ke putihnya, better fokus ke cleannya. Dengan kulit terlihat clean dan sehat, automatically akan terlihat cantik bersinar :P

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju, Mbak Eno. Kadang aku sedih dengan adanya standar kecantikan. Putih, kuning langsat, sawo matang, ataupun warna kulit lainnya semuanya cantik. Menurutku setiap orang punya pesonanya sendiri-sendiri terlepas apapun warna kulitnya atau bagaimanapun bentuk tubuhnya. Dengan adanya standar kecantikan ini membuat orang yang sebenarnya sudah cantik dengan versinya sendiri jadi merasa minder, rendah diri, dan kurang bersyukur dengan apa yang sudah dimilikinya.πŸ˜”

      Dan sepertinya memang kebanyakan orang punya kecenderungan ingin memiliki yang tidak dimilikinya. Seperti halnya orang Asia yang ingin kulitnya putih, sedangkan orang barat ingin kulitnya tan. Kalau orang barat ingin tan dengan menggunakan perawatan untuk menggelapkan kulit, orang sini malah pakai produk abal-abal untuk memutihkan kulit. Sungguh ironis sekali πŸ˜”. Tapi paling tidak resiko menggelapkan kulit tidak terlalu berbahaya kalau dibandingkan dengan yang memutihkan kulit menggunakan merkuri.πŸ€”

      Ngomong-ngomong aku setuju banget, Mbak Eno. Daripada ngoyo merubah warna kulit dengan segala resiko mengerikannya, lebih baik merawatnya saja dengan cara yang aman. Memiliki kulit yang bersih dan sehat menurutku jauh lebih baik.😍

      Delete
  2. skin care abal-abal ini memamg bahay banget ya, bisa merusak dompet dan wajaah juga, he-he

    dan yang paling mengerikaannya di usia semda itu sudah harus menderitaa karena skin care abal-abal, sebaiknya memang harus hati-hati

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau dibilang merusak dompet tuh, kyknya gak juga, mas. Soalnya yang abal-abal biasanya harganya murah banget. Dengan harga yang terlampau murah, tapi menjanjikan hasil yang wow sekali. Jadi gak heran banyak yang terjebak pakai skincare abal-abal ini.πŸ˜”

      Setuju banget, mas. Daripada menderita beberapa tahun ke depan, lebih baik gak usah coba-coba pakai skincare abal-abal ini. Dengan keleluasaan orang mengakses informasi, seharusnya mereka tau dan sadar apa efek negatif dari penggunaan bahan berbahaya ini.

      Delete
  3. Oh pantesan mbak Roem marah kemarin aku becanda tentang skincare abal abal, ternyata ibunya pernah mengalami kejadian buruk karena hal tersebut ya, maaf ya mbak ngga tahu.πŸ™

    Btw, tapi menurut temanku mbak, terus temanku itu kata temannya lagi, nah temannya itu punya teman lagi dst, yang kuliah di jurusan kimia, hampir semua produk pemutih kulit itu mengandung bahan merkuri, cuma bedanya yang lulus BPOM itu jumlah merkurinya itu sangat kecil sehingga aman buat kulit, beda dengan skincare Abang Abang, eh abal abal itu merkurinya banyak sehingga berbahaya bagi kulit dan juga tubuh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gakpapa, mas. Toh aku tau kalau itu juga lagi bercanda.πŸ˜‚

      Oalaaaaaaah gitu to, mas πŸ™ˆ? Soalnya selama ini yang aku tau BPOM sama sekali gak memperbolehkan adanya kandungan merkuri sedikitpun di dalam produk skincare, Mas. Kalau masalah skincare legal yang punya manfaat mencerahkan, setahuku biasanya mereka pakai kandungan yang aman. Karena kandungan yang aman dengan manfaat mencerahkan ini cukup banyak, mas. Ada Niacinamide, vitamin c, kojic acid, Licorice, dan sebagainya. πŸ€—

      Delete
    2. Ya itu juga kata teman dari temanku dari temanku dari temanku lagi dst, aku juga ngga tahu itu benar atau ngga, tapi menurutku aman saja asal sudah lulus BPOM πŸ˜ƒ

      Delete
    3. Soalnya teman dari temannya dari temannya dari temannya mas Agus orang kimia sih. Kalau aku sebenarnya lebih tau duit daripada bahan-bahan kimia itu.πŸ˜‚

      Sebaiknya begitu, mas. Cari yang aman aja. Infonya banyak kok, bisa diakses dari internet. Jadi temen-temen yang mau beli skincare itu jangan asal beli. Cari tau dulu bahan di dalamnya apa, aman apa nggak buat dipakai.😊

      Delete
  4. bener banget kak roem! seharusnya kita bangga dengan 'warna' kita sendiri. kita manusia ini banyak nggak bersyukur! nggak hanya Indonesia, banyak manusia di seluruh dunia begitu. mereka berusaha menstandarkan kecantikan dengan hal hal 'yang tidak mereka miliki secara alamiah'.
    contoh: yang tan pengen putih. yang putih pengen tan. yang pesek pengan mancung. yang mancung pengen pesek (kebanyakan western yang gini). yang bibir tebal pengen bibir tipis. yang bibir tipis pengen bibir tebal.
    capek deh. gitu aja terus 😞.

    menurut aku stop buat standar standar kecantikan! apapun itu! mau itu kulit tan kulit putih mancung pesek bibir tebal bibir tipis begini begitu! no body is perfect!
    yang perlu diubah dalam dunia kecantikan bukanlah standar kecantikan nya harus seperti apa. yang awalnya standar nya a terus karena banyak protes jadi b. karena b itu bla bla bla dengan segunung alasan. Bukan itu yang harus diubah! Yang diubah itu adalah KITA SEHARUSNYA NGGAK PERLU MENGKOTAK KOTAK KAN CANTIK ITU SEPERTI APA. dia cantik tapi pesek, terus apa? dia cantik tapi dia tan? terus apa? dia cantik tapi dia pale? terus apa? mau bilang 'kurang sesuai soalnya standar a b c itu yang bla bla bla bla'?

    STOPPPPPPP!
    MAU SAMPE KAPAN MENDISKRIMINASIKAN WANITA? Mau dia pale, kuning langsat, sawo matang ataupun tan. Terserah! Mau dia pesek mau dia mancung pake banget. Terserah! Wanita cantik dengan versinya sendiri. bukan versi kulit harus putih ala standar Korea atau tan ala standar Amerika.
    Aku nggak setuju sama kedua standar itu.
    Nggak ada standar kecantikan yang lebih baik, korea lebih baik karena putih kurus jadi lebih imut, atau Amerika lebih baik karena tan dan berisi jadi lebih seksi eksotis. Nggak adak!!! KITA CANTIK KARENA KITA WANITA!

    LOVE YOURSELF! Kalau kamu gak mencintai diri kamu sendiri gimana orang lain mau mencintai diri kamu juga?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Btw thanks banget udah share opini di sini πŸ₯°. Dan aku setuju banget sama kamu. Kita cantik karena kita wanita, bukan gara-gara warna kulit ataupun bentuk fisik. Masing-masing kita punya pesonanya sendiri-sendiri dan cantik dengan versinya sendiri-sendiri. 😍

      Delete
  5. Aku kalo udah melihat skincare yg botolnya mirip abal2, walopun diklaim udh BPOM, ttp ga mau mba. Aku tipe yg ga gampang percaya Ama packaging suatu produk yg terlalu biasa dan kliatan murah. Apalagi walo ngaku BPOM , ttp aja ada yg dipalsuin.

    Duluuu aku memang sempet ga PD Ama kulit gelap ku. Tapi biarpun pake produk pemutih aku pake yg kayak Olay, Pond's pernah jg, setidaknya yg aman lah. Ga masalah hasilnya ga instan, yg ptg ga rusak. Kayaknya pas kuliah deh aku mulai PD Ama kondisi kulit, sejak aku kuliah di kampus yg mana banyaaak bgt foreign students dr negara2 yg mostly juga ga putih warganya. Tapi mereka PD dan aku melihatnya cantik2 aja. Sejak itu sih aku ga ngejar kulit putih. Yg ptg kulit sehat :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama, Mbak Faaaaaaan πŸ™ˆ. Aku juga langsung ragu kalau ada skincare yang dikemas dengan kemasan yang gak proper walaupun dia mengklaim bahwa dia itu sudah BPOM. Tapi masalahnya ada juga skincare abal-abal yang sudah dikemas lumayan bagus dan tetep ngaku BPOM juga, Mbak. Duh, ngeri kalau gini.😱

      Tapi untungnya sekarang BPOM kan transparan banget. Jadi kita bisa ngecek suatu skincare sudah punya ijin edar atau belum melalui websitenya BPOM terlebih dahulu sebelum beli. Jadi dengan begini kita bisa lebih aman dari kemungkinan membeli skincare abal-abal.πŸ₯°

      Wah, kalau aku dulu malah gak percayaan sama skincare, Mbak Fan. Dulu aku kira semua skincare (terutama krim pagi dan krim siang) itu jahat seperti layaknya skincare abal-abal πŸ™ˆ. Jadi sebesar apapun keinginanku untuk putih pada jaman dahulu, aku gak pakai skincare macam-macam. Kalaupun pakai, maksimal cuma sabun cuci muka biar wajah seger sama pelembab wajah doang πŸ˜‚. Aku malah baru melek kalau gak semua skincare itu jahat (yang jahat cuma yang abal-abal doang) pas baru-baru ini, Mbak. Tepatnya setelah kejadian wajah full jerawat gara-gara hormon.🀭

      Delete
  6. Judulnya serem banget, mbak. Kek orang mau marah πŸ˜…


    Yaa gimana, standar kecantikan di sini nampaknya emang gitu. Kudu putih. Mungkin, krn kulit putih di sini tidak banyak, jd banyak orang yg mendambakannya. Padahal orang barat, yg emang berkulit putih, mereka malah pengen jd agak gelap πŸ˜…
    Selimut tetangga, selalu lebih hijau yaak!

    Eh, rumput, bukan selimut

    ReplyDelete
    Replies
    1. Emang lagi marah beneran lho, do. Bukan kayak lagi. Gak kelihatan ya? Hehehe.πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

      Delete
  7. Ngeri kali si merkuri ini... smp memakan korban tetangga mba roem. :((
    Padahal dia akan lebih bermanfaat jika dijadikan bahan pembuat termometer aja. Hihihi.

    Btw, salam kenal ya mbak Roem. Kayaknya ini pertama kali saya komen di sini :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju banget, Mbak πŸ™ˆ. Aku sempat lupa lho, kalau merkuri ini air raksa. Dan tentunya dia lebih bermanfaat buat dijadikan bahan termometer daripada buat ngeracunin orang.πŸ˜‚

      Ngomong-ngomong salam kenal juga ya, Mbak HichaaaaπŸ˜†

      Delete
  8. Karena korban iklan, kebanyakan wanita Indonesia (termasuk aku) jadi mempunyai mindset bahwa cantik itu putih πŸ˜…. Namun, aku nggak pernah tertarik untuk coba produk abal-abal gitu, Kak Roem. Ngeriii sekali karena kandungan apa di dalamnya, bahkan proses pembuatannya yang mungkin tidak sesuai standart atau gimana kan kita nggak tahu πŸ˜‚
    Sedihnya, masih banyak aja yang jadi korban beli skincare abal-abal, padahal udah banyak juga akun dan berita edukasi mengenai bahaya skincare abal-abal πŸ˜…. Sedih saat melihat testimoni orang yang kulitnya rusak, hanya karena ingin putih secara instan dengan memakai produk abal-abal πŸ˜₯
    Mie instan aja harus dimasak dulu, jadi yang namanya bisa putih instan tuh, hanya klaim menggiurkan semata. Kecuali produknya bernama "tone-up cream", itu baru beda cerita πŸ˜‚
    Semoga banyak orang yang lebih sadar dan berhenti menggunakan produk abal-abal ya, Kak πŸ˜₯

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin πŸ™. Tapi mungkin mereka begitu gara-gara tergiur sama klaimnya yang bisa memutihkan kulit secara instan itu, Li. Apalagi banyak juga skincare abal-abal yang endorse artis terkenal. Jadi banyak yang tergiur punya kulit seputih, sehalus, semulus artis itu dengan cara pakai skincare berbahaya ini. Mereka gak tau aja, kalau sebenarnya artis itu gak benar-benar pakai skincare yang diiklankan itu.😭

      Delete
  9. sangat disayangkan sekali kalo masih ada yang pakai skincare atau kosmetik abal abal zaman sekarang, demi pengen cantik ah sesat

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, kasihan yang sudah jadi korban. Mau lepas takut muka jadi merah atau flek hitam muncul, mau terus takut organ dalam rusak. Maju kena mundur kena kalau udah terlanjur pake krim bahaya ini.😭

      Delete
  10. Betol banget mbk roem, krim abal-abal ini memang meresahkan banget ya. Tapi kok masih banyak juga yang pakai. Padahal mereka juga pasti tahu kalau itu abal-abal. Cuman karena dampak buruknya belom kelihatan jadinya masih betah aja pakai si abal-abal. Serem juga kalau udah sampai penyakit dalam gitu. Orang yang saya kenal sih cuma kulitnya aja jadi flek-flek hitam gitu. Saya pernah juga kepikiran pakai krim abal-abal mbk, tapi teringat lagi kalau suatu hari nanti saya menikah dan hamil saya nggak mau pakai kayak gitu karena bakal membahayakan janinnya. So.. Pilih yang aman aja ya mbk. Kan banyak😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mungkin banyak yang pengen cepet putih, Mbak Astri. Kalau di daerahku yang putih didewakan, yang gelap direndahkan dan diolok-olok. Jadi mereka pengen banget putih untuk lepas dari tatapan sebelah mata yang diterimanya dari orang lain.πŸ˜”

      Iya, Mbak Astria. Mending yang aman aja, pilihannya banyak banget. Menurutku sebenarnya gak perlu jadi putih, warna kulit gelap juga cantik kalau kulitnya sehat dan terawat.😍

      Delete
  11. Aku takutt baca judulnya, Mba Roemm. Kirain ini isinya bakal meledak-ledak wkwkwk πŸ™ˆ

    Sebetulnya nggak perempuan juga ya, setiap orang bahkan laki-laki pun harus bisa berpenampilan baik (menurutku). Nggak usah harus persis seperti apa yang dikatakan oleh iklan maupun society--kulit putih, hidung mancung dsb. Menurutku, penampilan luar itu memang nggak kalah penting dengan inner beauty karena gimana pun juga orang akan menilai seperti apa kita dari penampilan kan. Kalau pembawaannya rapi, kulit terawat, kitanya juga pasti hepi :D

    Soal skincare abal-abal ini, yang bikin aku kesal tuh masih banyak public figure di Instagram yang suka terima endorse produk-produk yang nggak jelas dari mana datangnya. Yang tambah bikin kesal, mereka cuma promoin doang, dipakai pun belum tentu. Yang apes followers mereka yang kemakan iklan karena si artis yang mengiklankan πŸ˜” yang sering aku dengar tuh kasus obat-obat pelangsing gitu, Mba Roemm. Kasihan banget kann mereka yang nggak ngerti apa-apa, karena kemakan iklan malah jadi apes hiks

    ReplyDelete
    Replies
    1. Maaf, Mbak Jane. Aku geram banget soalnya kalau ngomongin skincare abal-abal ini. Gak cuma merusak kulit, tapi juga merusak organ tubuh lainnya. Bahkan bisa mengancam jiwa kalau digunakan untuk jangka waktu yang lama.😭

      Iya, Mbak. Memang skincare abal-abal ini banyak yang bayar artis atau influencer buat promosikan produknya. Dan ironisnya banyak follower mereka ikutan beli. Dikiranya sang idola punya kulit mulus gara-gara pakai skincare itu. Padahal sih nggak. Duh, kasihan banget mereka yang ketipu ini.😭

      Delete
  12. kalau urusan skincare ya hati hati sih emang, jgn smpe mau hemat eh eefek samping nya bahaya hahaha. namanya skincre dah pasti lumayan harganya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yang paling penting cek dulu di website nya BPOM dulu dan cek ingredients list nya juga supaya yakin skincare yang bakal dipake aman. Soalnya ngeri kalau salah pakai yang abal-abal.😱

      Delete
  13. skincare laknat ini kesukaan salah satu temen kantor, heran banget temenku seneng coba coba beli krim krim ga jelas kayak gini di olshop
    kadang kulitnya terliat tipissssss gitu
    kalau ga cocok satu, ehh nyoba lagi yang lain, capek aku nasehati wkwkwkwk

    ReplyDelete
  14. Huhuhuhu, akoh pernah dong Roem, 2 kali malah!

    Yang pertama beneran lucknut syekaleh!

    Itu gara-gara teman kantor saya dulu, dia jualan skincare dokter katanya, terus tiap hari ngomongin mukaku yang kusaaaammm mulu.

    Akhirnya saya beli juga, kalau ga salah harganya 375 atau 400rbo ya?

    Hanya 2 kali atau sekali pakai ya? mukaku terkelupas tauk nggak sih.
    Sampai ngompol setiap kali basuh muka, perih bookkk!

    Udah gitu disuruh lanjutkan, katanya itu purging atau apa ya dulu, nanti setelah kering bakalan bagus kulitnya, masalahnya saya nggak punya toleransi cukup terhadap rasa perih hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waduh, mahal juga ya, Mbak Rey 😱. Padahal kebanyakan krim abal-abal harganya murah, lho. Kyk yang dipake ibuku dulu ituπŸ™ˆ.

      Tapi gakpapa, Mbak Rey. Alhamdulillah sekarang kan udah gak pake lagi.πŸ˜„

      Delete
  15. Sejauh ini masih kuat godaan dengan skincare abal-abal, yang instans banget hasilnya haha. Bener banget standar kecantikan yang diciptakan dan diamin sediri oleh sebagian orang, buat pasar semakin giat berkreasi sayangnya ada yang nakal.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaaaa. Yang nakal itu lho, bikin geram. Merugikan konsumen banget soalnya. T^T

      Delete

Komentar akan dimoderasi. Jadi mohon maaf sekali apabila komentar yang tidak sopan, mengandung kata kasar, menyinggung SARA, spam, dan yang berisi link hidup terpaksa tidak saya terbitkan. Terima kasih sudah mampir dan berkomentar.πŸ˜„